Oknum Polisi Aniaya Selingkuhan di Sikka, Ini Tanggapan Kapolres

ilustrasi penganiayaan
ilustrasi penganiayaan

EXPONTT.COM – Kapolres Sikka AKBP Nelson Felipe Diaz mengatakan, pihaknya akan bertindak secara tegas pelaku penganiayaan yang dilakukan anak buahnya yang berinisial R terhadap seorang perempuan yang berinisial N.

Dirinya menegaskan pihaknya akan memproses pelaku sesuai hukum yang berlaku.

“Siapa pun yang melakukan tindakan kekerasan, kalau ada laporan, kita akan proses secara hukum,” kata Diaz, Rabu 18 Mei 2022.

Baca juga:Kalah di Praperadilan, Ira Ua Tetap Jadi Tersangka Kasus Pembunuhan Astri dan Lael

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sikka AKP Nyoman Gede Arya Triyadi Putra menuturkan, setelah ditangkap polisi, pelaku ditangani oleh Propam Polres Sikka.

“Itu ranah dari Propam mungkin bisa konfirmasi ke propam, wakapolres atau kapolres,” ujar dia.

Sebelumnya, seorang oknum polisi yang bertugas di Polres Sikka berinisial R menganiaya selingkuhannya N hingga N harus dilarikan ke RSUD TC Hillers Maumere pada Rabu 18 Mei 2022.

Penganiayaan itu bermula karena N meminta untuk menyudahi hubungan terlarang mereka.

Baca juga:Presiden Jokowi Dijadwalkan ke Ende Pada Peringatan Hari Lahir Pancasila

Akibatnya N harus mengalami luka serius pada wajah dan dilarikan ke rumah sakit.

Usai menjalankan pengobatan di rumah sakit, N kemudian melaporkan kejadian penganiayaan tersebut ke SPKT Polres Sikka.

N mengaku bahwa dirinya merupakan seorang yang berselingkuh dengan R. Selama menjalankan kehidupan asmara, keduanya sering bercekcok.

N mengungkapkan bahwa dirinya sering sering mendapatkan tindakan sewenang-wenang dari R dan selalu mengancamnya. Karena tidak tahan dengan situasi seperti itu, N memilih untuk mengakhiri hubungannya dengan R.

Baca juga:Berhasil Dievakuasi, KM Sirimau Dikembalikan ke Pelabuhan Lewoleba

“Saya tidak mau lagi dengan R. Tetapi dia terus mengejar-mengejar saya dan terus mengancam. Bahkan pelaku pernah mengancam saya dengan pisau. R ini sudah memiliki istri sah,” tutur N.

Ketika kejadian, N mengaku bahwa dirinya sedang tidur di dapur salah satu cafe yang ada di Waioti, Kecamatan Alok Timur. Pada saat itu, pelaku tiba-tiba datang dengan alasan hendak cas HP. Akan tetapi, pelaku justru memuluk N.

“Saya posisi tidur. Tiba-tiba pelaku masuk bilang mau cas handphone. Tetapi pelaku malah menarik saya dan langsung pukul saya. Pelaku dalam kondisi mabuk. Usai pukul saya pelaku langsung pergi,” ujar N.

“Kasus penganiayaan ini saya sudah laporkan ke Polisi dan saya langsung dibawah oleh anggota polisi ke rumah sakit untuk melakukan visum,” lanjut N.

Baca juga:Gara-gara Diputuskan Cintanya, Polisi di Sikka Aniaya Selingkuhan