Tak Terima Ditegur Minum Miras di Kelas, Siswa di TTU Berkelahi dengan Guru dan Picu Bentrok Antar Desa

Salah satu korban pengeroyokan dari siswa SMK / foto: inews.id

EXPONTT.COM – Pengumuman kelulusan sekolah tingkat SMA/SMK di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT, diwarnai kericuhan yang disebabkan aksi tidak terpuji dari siswa.

Dalam rangka merayakan kelulusan, para siswa SMK Paisaunu Oerinbesi mengadakan acara ramah tamah bersama di sekolah.

Usai acara tersebut, salah seorang guru yang bernama Giovani Nino Moron merapikan barang-barang dalam kelas.

Baca juga: Mengaku Ditikam, Pria di TTU Laporkan Mertua ke Polisi, Ternyata Digigit Anjing

Saat itu, dia mendapati salah satu siswa minum minuman keras di ruang kelas. Dirinya pun kontan langsung menegur sang siswa.

Baca juga:  Gonjang-ganjing Nasib PPPK di NTT, Melki Laka Lena akan Temui Presiden Prabowo

Bukannya mengindahkan teguran, sang siswa yang diketahui bernama Gio Pasi itu malah beradu mulut dengan sang guru dan menantang berkelahi. Perkelahian ini bahkan berlanjut hingga antar desa dan perguruan silat.

Kasubag Humas Polres TTU, Iptu Ketut Suta membenarkan kejadian tersebut. Suta menerangkan, saat perkelahian di kelas, sang murid kalah. Lalu mengancam mambwa teman-temannya ke sekolah.

Baca juga: Loka Lobo, Adalah Agus Lobo Sedang Melukis Objek Wisata 17 Pulau Riung

“Satu jam kemudian, siswa tersebut datang bersama rekan-rekan salah satu perguruan pencak silat untuk menghajar sang guru, tetapi sang guru sudah kembali ke rumahnya,” katanya, Sabtu 4 Juni 2022.

Baca juga:  Gonjang-ganjing Nasib PPPK di NTT, Melki Laka Lena akan Temui Presiden Prabowo

Lantaran tak puas, siswa bersama rekan-rekannya melakukan sweping kepada masyarakat yang melintas di Cabang Pasar Oenupu Desa Teba, Kecamatan Biboki Tanpah dan membabi buta mengeroyok salah satu warga Oerinbesi.

Baca juga:  Kejar Target Pendapatan Rp321 Miliar, Samsat Kota Kupang Gencar Lakukan Razia Kendaraan Bermotor

Dalam pengeroyokan itu, seorang warga bernama Osias Karonigi dipukuli hingga berlumuran darah.

“Tak terima dikeroyok tanpa sebab, Osias pun pulang ke rumah dengan berlumuran darah. Pihak keluarga Osias yang tak terima akhirnya melakukan sweeping balik dan mengeroyok dua warga lain yang sedang melintas,” jelasnya.

Baca juga: Tiga Pelaku Pencurian Pakaian Dalam dan Sendal di Kupang Diamankan Polisi, Pelaku Ternyata Masih di Bawah Umur