5 Tersangka Reka Ulang Kasus Pembunuhan di Kelapa Lima Kota Kupang, Terungkap Fakta Baru

5 Tersangka Reka Ulang Kasus Pembunuhan di Kelapa Lima Kota Kupang, Terungkap Fakta Baru / digtara.com

EXPONTT.COM – Penyidik Polsek Kelapa Lima, Kota Kupang, melaksanakan rekonstruksi kasus penganiayaan dan pembunuhan yang terjadi pada 13 April 2022 lalu dengan korban Buche Timo.

Melansir dari digtara.com, lima dari delapan tersangka dihadirkan dalam rekonstruksi tersebut, yakni, Bastian Adu alias Tian, Rongki Lada alias To’o Ron, Nensa Pili Kondo alias Nensa, Ardianto Bussa alias Yanto dan Yulens Mahemba alias Yulens. Tiga tersangka masih status DPO masing-masing Iko Bria, Aldi Una dan Saka Adu.

Namun demi alasan keamanan, rekonstruksi digelar di Polsek Kelapa Lima, Jumat 17 Juni 2022.

Baca juga: Dua Warga Kota Kupang Dikeroyok 8 Pria, 1 Orang Meninggal Dunia

Selain para tersangka, ada pula 4 orang saksi yang ikut mengikuti reka ulang.

Reka ulang dipimpin Kapolsek Kelapa Lima, AKP Aulia Robby Putra, SIK dan dihadiri istri korban.

Dalam rekonstruksi, terungkap korban Buche meninggal akibat dikeroyok dan dianiaya dengan cara dipukul dengan tangan dan batu serta ditendang oleh para pelaku.

Baca juga:Cabuli Muridnya Tiga Kali, Kepala Sekolah Dasar di Ende Terancam 20 Tahun Penjara

Kronologi

Awalnya, tersangka Bastian Adu alias Tian Adu dan 7 orang tersangka lainnya duduk di rumah Bastian Adu sambil mengkonsumsi minuman keras jenis sopi dan bir.

Usai pesta miras, delapan tersangka ini keluar dari rumah mengunakan 4 unit sepeda motor sambil berboncengan.

Mereka mengantar tersangka Saka Adu (DPO) ke rumahnya di Tanah Merah, Kabupaten Kupang. Mereka melintasi jalan Sumba, Kecamatan Kelapa Lima.

Tersangka Nensa Pili Kondo membonceng tersangka Aldi Una dengan sepeda motor honda beat warna hijau stabilo.

Baca juga:Empat Bulan Buron, Pencuri Ternak di TTU Diringkus Polisi, Pelaku Lain Masih Diburu

Tersangka Iko Bria membonceng tersangka Yulens Mahemba dengan sepeda motor yamaha fino warna putih.

Tersangka Ardianto Bussa membonceng tersangka Bastian Adu dengan sepeda motor honda beat warna hijau, dan tersangka Rongky Lada alias To’o Ron membonceng tersangka Saka Adu mengunakan sepeda motor honda vario warna hitam.

Tersangka Nensa Pili Kondo dan tersangka Aldi Una sempat memarkirkan sepeda motor di salah satu kios penjualan kulit babi yang berjarak kurang lebih 8 meter dari lokasi kejadian.

Tersangka To’o Ron dan Saka Adu memarkirkan sepeda motor di gang masuk jalan sumba yang berjarak 9 meter dari TKP.

Tersangka Iko Bria dan tersangka Yulena Mahemba datang dengan sepeda motor yamaha fino warna putih dan bergabung bersama dengan tersangka Nensa Pili Kondo dan tersangka Aldi Una di kios penjualan kulit babi.

Baca juga:Dewan Komisaris Bank NTT Dinilai ‘Over Kewenangan’ dan Untungkan Diri Karena Tetapkan Honor Rp 10-20 Juta/Hari

Selanjutnya, tersangka Ardianto Bussa dan Bastian Adu datang ke bengkel tambal ban milik korban Buche Timo mengunakan sepeda motor honda beat warna hijau dan bertemu dengan Apriama Ludji, korban Buche Timo, Yefri Mbuik, Naken dan Bayangan yang sedang duduk dan bercerita di tambal ban milik korban.

Tersangka To’o Ron dan tersangka Saka Adu datang ke bengkel tambal ban milik korban dan bergabung bersama dengan tersangka Ardianto Bussa dan Bastian Adu.

Saat itu To’o Ron dan Yefri Mbuik terlibat pertengkaran mulut dan To’o Ron ingin memukul Yefri Mbuik, namun dilerai oleh tersangka Bastian Adu dan korban Buche Timo.

To’o Ron mendorong dan memukul korban Buche Timo dengan tangan kanan yang terkepal dan mengenai tangan kiri korban.
Korban kemudian membalas pukulan To’o Ron namum mengenai tersangka Bastian Adu pada bagian hidung.

Tersangka Yulens Mahemba juga memukul Yefri Mbuik di leher dan mulut menggunakan tangan kanan yang terkepal sebanyak satu kali. Kemudian To’o Ron menendang Yefri Mbuik dengan kaki kanan mengenai bokong (pantat).

Tersangka Nensa Pili Kondo berdiri mengelilingi korban, mendorong korban dengan kedua tangannya.

Yulens Mahemba kemudian memegang kerah baju korban dengan tangan kanan. Kemudian tersangka Iko Bria memegang batu dengan tangan kanan lalu mengayunkan ke kepala bagian belakang korban Buche satu kali.

Naken dan Bayangan yang sementara duduk di bengkel tambal ban milik korban hanya duduk diam dan berusaha untuk menghindar dengan cara menjauh (melarikan diri) dari TKP karena takut dengan para tersangka yang berjumlah 8 orang.

Tersangka Ardianto Bussa memukul korban dengan kepalan tangan kanan satu kali mengenai wajah korban sehingga korban terjatuh ke tanah.

Lalu tersangka Bastian Adu mengambil batu dengan tangan kanan lalu memukul korban menggunakan batu satu kali mengenai punggung korban.

Karena takut, Yefri Mbuik melarikan diri ke arah SPBU lalu dikejar oleh tersangka To’o Ron, Iko Bria, Aldi Luna dan Saka Adu.

To’o Ron tidak lagi mengejar Yefri Mbuik dan saat itu korban Buche Timo sudah tergeletak di tanah.

Lalu tersangka To’o Ron menendang korban Buche di bahu menggunakan kaki kanan satu kali dan juga mengambil batu dengan tangan kanan lalu memukul korban menggunakan batu secara berulang kali mengenai di kepala bagian belakang dan wajah.

Tersangka Iko Bria juga memegang batu dengan tangan kiri dan kanan dan dalam keadaan duduk memukul ke arah kepala dan wajah korban Buche yang sudah tergeletak di tanah secara berulang kali.

Apriana Ludji kemudian memohon agar jangan lagi memukul korban Buche, namun tersangka Iko Bria tidak menghiraukan dan terus memukul korban menggunakan batu.

Tersangka Aldi Luna memegang batu menggunakan tangan kanan lalu memukul menggunakan batu ke arah punggung dan kepala korban.

Tersangka Saka Adu memukul korban menggunakan kepalan tangan kanan secara berulang kali mengenai punggung dan juga memukul menggunakan batu di bagian punggung korban sebanyak satu kali.

Baca juga:Tampar Stafnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan TTS Dilaporkan ke Polisi

Pasca kejadian ini, Apriana Ludji melaporkan kejadian tersebut ke Pos Polisi Oesapa. Para tersangka kemudian meninggalkan tempat kejadian perkara dan melarikan diri.

Usai melaporkan kasus ini, Apriana Ludji kembali ke TKP korban yang sementara tergeletak di tanah dan tidak sadarkan diri.

Para tersangka dijerat dengan pasal 338 KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subs pasal 170 ayat (2) ke-3e KUHP dan pasal 170 (2) ke-1 KUHP.

Pasca rekontruksi kasus pembunuhan ini, berkas perkara sementara dalam proses penyidikan oleh penyidik.

fakta baru