Pergerakan GPS Mobil Rush Tak Sesuai Keterangan Randy Badjideh, Hakim: Siapa yang Bawa Mobil?

Suasana ruang sidang kasus pembunuhan Astri dan Lael dengan tersangka Randy Badjideh, 2 Juni 2022 / foto: victorynews.id

EXPONTT.COM – Sidang kasus pembunuhan Astri dan Lael dengan terdakwa Randy Badjideh terus berlanjut pada Senin 20 Juni 2022, di Pengadilan Negeri Kupang.

Sidang dipimpin Wari Juniati, SH., MH. , dengan empat hakim anggota yakni, Teddy Windiartono SH, MHum, Reza Tyrama SH, A.A Gede Oka Mahardika SH, dan Murthada Moh. Mberu SH. MH.

Melansir dari victorynews.id, dalam sidangnya, Hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) mempertanyakan keterangan terdakwa Randy yang berbeda dengan petunjuk GPS mobil Rush yang digunakannya saat melakukan pembunuhan.

Baca juga:Sinergi dan Kerja Bersama Tuntaskan Stunting: “Katong Bisa”

Menurut Hakim Ketua, terdapat kejanggalan dari keterangan Randy jika dibandingkan dengan yang diberikan saksi ahli mengenai GPS mobil Rush.

Menurut Randi Badjideh, pada tanggal 29 Agustus sekitar pukul 7 malam, ia memarkir mobil jenis Rush pada parkiran belakang gedung arsip kantor BPK Perwakilan NTT bersama jenazah Astri dan Lael.

Namun, sesuai dengan keterangan saksi ahli, pada tanggal 29 Agustus 2021, sekitar pukul 01.45 WITA, GPS yang ada pada mobil Rush menunjukan adanya pergerakan.

“Ada pergerakan mobil Rush itu, saat tanggal 29 kurang lebih pukul 01.45 dini hari, itu siapa yang bawah mobil?,” tanya hakim Wari Juniati.

Baca juga:Pria di Kota Kupang Ditemukan Meninggal Keadaan Membusuk di Dalam Rumah

Menurut terdakwa Randy, saat itu ia bersama istrinya, Ira Ua, sedang berada di rumah mereka yang terletak di Alak, Kota Kupang.

“Tidak yang mulia, malam itu saya dan istri berada di rumah. Jadi saya tidak tahu,” ujar Randy.

Meskipun Hakim Wari Juniati menekankan adanya pergerakan pada mobil di Kantor BPK Perwakilan NTT, namun terdakwa Randy tetap berikeras dengan pendiriannya.

“Yang mulia, saya tidak tahu saat itu saya simpan di kantor dan kunci saya bawah,” balas terdakwa Randi Badjideh.

Baca juga:Kuasa Hukum Keluarga Astri dan Lael: Harusnya Saksi Ahli Forensik Berkata Jujur

Mengenai GPS mobil Rush yang menunjukan pergerakan juga ditanyakan oleh JPU, terkait mobil Rush yang diparkir di samping rumahnya David, namun ada pergerakan mobil itu ke kantor BPK NTT. Sedangkan terdakwa bersama dengan saksi David melakukan pemantauan lokasi lubang kubur di Penkase.

“Yang ditayangkan (GPS) Mobil Rush itu bergerak sendiri menuju Kantor BPK atau ada orang lain yang mengendarai,” tanya JPU.

Terdakawa Randy mengatakan, saat dirinya dan saksi David ke lokasi tempat mereka menggali lobang kubur, keduanya mengendarai sepeda motor.

“Waktu itu saya dan David pakai motornya david, mobil saya parkir di rumahnya,” jawab Randy.

Baca juga:Rudy Tonubesy: Saya Dan Semua Rekan Tidak Pilih Lagi Jefri Riwu Kore

Meski video pergerakan GPS mobil Rush telah ditayangkan ulang, namun terdakwa Randy tetap pada keterangannya.

“Saya tidak tahu, karena saat yang bersamaan saya dan David sedang menggali lobang di Penkase. Itu saya tidak tahu yang mulia. Bukan saya. Intinya saat itu saya dan David di TKP. Ketika pulang baru saya menggunakan mobil Rush itu ke Kantor BPK NTT,” jelas Randy.

Mendengar pernyataan terdakwa Randy, hakim terus lontarkan pertanyaan kepada terdakwa bahwa, bila bukan terdakwa lantas siapa yang kendarai mobil tersebut

Baca juga:Lahan Stadion Merdeka Kupang Milik Leluhur Keluarga Besar Koroh

“Kalau memang bukan kamu. Terus siapa lagi yang mengendarai mobil Rush saat itu. Berarti orang lain yang kendarai mobil Rush itu. Ayo jujur, siapa,” tanya Wari selaku hakim ketua.

Meski begitu, terdakwa Randy tetap pada pendirian, dan bersikeras bahwa saat itu bukan dirinya yang mengendarai mobil Rush tersebut ke Kantor Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) NTT saat itu.

Baca juga:SK Lerik: Kedepan Cukup Lima Tahun, “JRK Dua Periode?”