Randy Badjideh Mengaku Bungkus Jasad Kedua Korban di Depan Rumahnya

EXPONTT.COM - Sidang lanjutan kasus pembunuhan Astri dan Lael, dengan terdakwa Randy Badjideh kembali digelar di Pengadilan Negeri Kupang pada Rabu 25 Mei 2022 / fot: victorynews.id

EXPONTT.COM – Randy Badijdeh mengaku membungkus jasad Astri dan Lael tepat di depan rumah di Kecamatan Alak, Kota Kupang.

Hal tersebut ia katakan saat sidang pada 20 Juni 2022 yang berlangsung di Pengadilan Negeri Kupang.

Melansir kupangterkini.com, Terdakwa Randy dicecar hakim dan jaksa terkait kronologi dari awal ia menjemput kedua korban hingga keduanya dikuburkan.

Baca juga: Pergerakan GPS Mobil Rush Tak Sesuai Keterangan Randy Badjideh, Hakim: Siapa yang Bawa Mobil?

Dalam keterangannya, terdakwa Randy mengatakan bahwa pada tanggal 27 Agustus 2021, ia yang sebelumnya memblokir nomor Astri Manafe membuka blokir dan menghubunginya.

Terdakwa saat itu ingin bertemu tapi Astri tidak menyetujui dan kemudian beralasan akan ke Jakarta sehingga ingin bertemu Lael sehingga Astri menyetujui untuk bertemu.

Setelah bertemu, kemudian Randy bersama kedua korban berkeliling hingga ke Oelamasi, Kabupaten Kupang. Selanjutnya mereka kembali ke Kupang dan berhenti di Hollywood, Kelapa Lima, Kota Kupang.

Baca juga:Kuasa Hukum Keluarga Astri dan Lael: Harusnya Saksi Ahli Forensik Berkata Jujur

Pada tanggal 28 Agustus 2021 itulah terjadi peristiwa yang merenggut nyawa Astri dan Lael. Randy mengaku bahwa kala itu, ia ingin mengambil Lael namun Astri menanyakan bagaimana dengan dirinya.

Randy mengatakan bahwa ia tidak bisa bersama dengan Astri, dari sini Astri kemudian emosi dan menangis.

Selanjutnya, Randy melihat Astri sudah mencekik Lael, hal ini membuatnya merespon dengan mencekik Astri selama lima menit yang berakibat Astri meninggal.

Randy juga mengatakan bahwa ketika kedua korban meninggal ia sempat bingung, takut dan panik.

Baca juga: SK Lerik: Kedepan Cukup Lima Tahun, “JRK Dua Periode?”

Selanjutnya, dia membeli plastik pembungkus di Rukun Jaya, Oeba. Setelah itu dirinya menuju ke rumahnya di Alak kemudian membungkus kedua korban siang hari di depan rumahnya.

Selanjutnya, Majelis Hakim dan Jaksa sempat mencecar Randy karena pada saat 30 Agustus 2021 Randy mengatakan bahwa ia dan David pada siang hingga sore berada di Penkase menggali lubang dan mobilnya terparkir dirumah David.

Namun, berdasarkan GPS mobil Rush yang dipakainya terparkir di gedung BPK pukul 14.10 hingga 17.15 WITA.

Baca juga:Rudy Tonubesy: Saya Dan Semua Rekan Tidak Pilih Lagi Jefri Riwu Kore

Dari pertanyaan jaksa tersebut Randy tetap pada pernyataannya bahwa mobil Rush terparkir di rumah David dan mengatakan bahwa mungkin GPS mobilnya error.

Selain itu, banyak pertanyaan jaksa dan Majelis Hakim yang dijawab lupa atau tidak ingat dan tidak tau oleh Randy.

Baca juga:Sound of Urgency dari NTT untuk Jakarta