Gagal Nikah, Wanita di Kota Kupang Gugat Pacar Rp 1 Miliar

ilustrasi menikah

EXPONTT.COM – Gagal menikah, Windy Ekaputri Datta, seorang wanita di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggugat pacarnya Rp. 1 Miliar.

Melansir dari pos-kupang, Windy menggugat pacarnya Carlos Daud Hendrik dengan dalil perbuatan melawan hukum ingkar janji menikah, turut digugat Daniel Junus Hendrik.

Gugatan tersebut telah terdaftar di Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang dengan nomor perkara: 69/Pdt.G/2022/PN.Kpg pada tanggal 31 Maret 2022.

Baca juga:Pergerakan GPS Mobil Rush Tak Sesuai Keterangan Randy Badjideh, Hakim: Siapa yang Bawa Mobil?

Windy Ekaputri Datta didampingi kuasa hukumnya, Jeremias Alexander Weeo SH., MH. dan Makson Ruben Rihi SH.

Perkara ini juga telah menjani sidang hingga tahap replik penggugat.

Sidang pertama pada Rabu 13 April 2022. Sidang kedua Rabu 20 April 2022 dengan agenda mediasi oleh Sisera Semida Naomi Nenohayfeto, SH. Mediasi dinyatakan gagal dan sidang dilanjutkan untuk baca gugatan Penggugat.

Pada Selasa 31 Mei 2022 kembali digelar sidang dengan agenda jawaban Tergugat.

Baca juga:Memperingati Santo Aloysius Gonzaga

Pada Selasa 7 Juni 2022 sidang dengan agenda jawaban Tergugat. Sidang hanya dihadiri pihak pertama.

Kemudian pada Kamis 16 Juni 2022, sidang dengan agenda replik Penggugat. Sidang dihadiri semua pihak. Pada Kamis 23 Juni 2022 selesai replik Penggugat.

Dalam petitum-nya, kuasa hukum Windy Ekaputri Datta meminta Pengadilan Negeri Kelas IA Kupang menyatakan menerima dan mengabulkan gugatan Penggunggat untuk seluruhnya.

Baca juga:Randy Badjideh Mengaku Bungkus Jasad Kedua Korban di Depan Rumahnya

“Menyatakan menurut hukum bahwa perbuatan Tergugat yang tidak memenuhi janji mengawini Penggugat merupakan perbuatan melawan hukum karena telah melanggar dan bertentangan dengan hukum, adat, norma kesopanan, kesusilaan dan kepatutan.”

“Menyatakan menurut hukum bahwa oleh karena Tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum kepada Penggugat maka Tergugat harus membayar kembali kepada penggugat segala biaya yang telah dikeluarkan atau timbul sebagai akibat dari perbuatan melawan hukum yang telah dilakukan oleh Tergugat,” demikian petitum.

Sidang akan kembali digelar pada Kamis 23 Juni 2022.

Hingga saat ini, kedua belah pihak maupun kuasa hukumnya, belum dapat dikonformasi.

Baca juga:Pemerintah NTT Proses Usulan Pembentukan 227 Desa Baru