Dua Polisi di Kota Kupang Dianiaya Pemuda Mabuk

kupang
ilustrasi pengeroyokan

EXPONTT.COM, KUPANG – Brigadir Dua (Bripda) Frederiko Khadi Savio dan Brigadir Kepala (Bripka) Riky Arjon,  dua anggota polisi yang bertugas di Polda NTT, diduga dianiaya orang tak dikenal atau OTK.

Dua orang anggota polisi yang bertugas di Direktorat Sabhara dan Direktorat Reskrimum itu dikeroyok di Jalan Kiu Leu, Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Melansir kompas.com, akibat kejadian itu, kedua anggota polisi itu mengalami luka-luka. ripka Riky mengalami luka bacok di bagian tangan. Sedangkan Bripda Frederiko mengalami luka di bagian lutut.

“Itu kejadiannya pada Selasa 27 Desember 2022 malam,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah NTT Komisaris Besar Polisi Ariasandy, Sabtu 7 Januari 2023.

Baca juga:Rayakan Natal Bersama, Dirut RSUD W.Z. Johannes Kupang: Dengan Melayani Kita Sudah Merayakan Kehadiran Tuhan

Ariasandy menuturkan, awalnya Bripda Frederiko Khadi Savio ditelepon adiknya mengabarkan bahwa telah dianiaya sekelompok pemuda yang diduga mabuk minuman keras di Kelurahan Liliba. Begitu pula dengan Bripka Ricky Ardjon. Ia dikabari oleh kerabatnya, Rian (21), yang mengaku dipukul oleh seorang pria.

Bripda Frederiko dan Bripka Ricky lalu ke Jalan Kiu Leu, Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang. Keduanya bermaksud mencari tahu alasan pemukulan itu.

Di lokasi kejadian, kedua korban melibat puluhan pria berkumpul sambil mengkonsumsi minuman keras dengan diiringi musik yang sangat keras. Kemudian, Bripka Ricky Ardjon dan Bripda Frederiko menanyakan kepada seorang pria yang ada di tempat tersebut sambil merangkul dan mengaku bahwa dirinya adalah anggota polisi.

Salah seorang pria yang mabuk minuman keras kemudian bangun dari tempat duduknya dan membentak korban dan protes karena Bripka Ricky Ardjon membawa rekannya. Pria yang diduga bernama Andre membentak Bripka Ricky sambil mencekik serta memukulnya.

Baca juga:Tingkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat, PN Oelamasi Teken MoU Pos Bantuan Hukum

“Ia juga tidak terima kalau Bripka Ricky mengaku sebagai polisi,” kata Ariasandy.

Bripka Ricky lalu dianiaya pada bagian wajah sebelah kiri. Kemudian, pelaku masuk ke rumah dan membawa sebilah senjata tajam jenis parang.

Pria itu lalu mengayunkan parang yang dibawanya ke bagian leher Bripka Ricky. Namun, Bripka Ricky sempat menghindar dan menepis menggunakan tangannya. Bripka Ricky mengalami luka pada bagian jari tangan sebelah kiri. Melihat hal tersebut, kedua polisi tersebut langsung lari menyelamatkan diri. Para pelaku tetap mengejar dan melempari keduanya menggunakan batu.

Saat menyelamatkan diri, Bripda Frederiko terjatuh di sekitar lokasi kejadian yang mengakibatkan luka pada pada lutut kaki kiri. Pasca-kejadian tersebut, para pelaku langsung melarikan diri. Sementara kedua polisi itu langsung dibawa ke Rumah Sakit Leona Kupang guna mendapatkan penanganan medis.

Kasus itu telah dilaporkan ke Markas Kepolisian Resor Kupang Kota. “Hingga saat ini para pelaku sedang dicari untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka,” ujar dia.♦kompas.com

Ikuti berita dari EXPONTT.com di Google News

Baca juga:Kolaborasi Dengan Gereja Atasi Kemiskinan, Gubernur NTT Ajak Para Biarawati Tanam 1000 Kelor