Jelang Putusan Praperadilan Marthen Konay, Aliansi Peduli Kemanusiaan Nyalakan 1000 Lilin di Depan PN Kupang

Keluarga almarhum Roy Herman Bolle bersama Aliansi Peduli Kemanusiaan saat menggelar aksi 1000 lilin dan doa bersama di depan PN Kupang / foto: Gorby Rumung

EXPONTT.COM, KUPANG – Aiansi Peduli Kemanusiaan menggelar aksi seribu lilin di depan Pengadilan Negeri Kelas IA Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, 6 Novembr 2023 malam.

Aksi ini merupakan bentuk dukungan Aliansi Peduli Kemanusiaan kepada hakim yang mengadili praperadilan Marthen Konay yang merupakan salah satu tersangka dalam kasus penyerangan di depan kampus Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Oesapa, Kota Kupang, NTT pada 15 September 2023 lalu.

Diketahui, putusan praperadilan tersangka Marthen Konay dijadwalkan akan dibacakan hakim pada Selasa, 7 November 2023.

Baca juga: Aliansi Peduli Kemanusiaan Kembali Gelar Aksi Damai Jilid 5, “Semua Keberatan Pemohon Terbantahkan”

Selain menggelar aksi 1000 lilin, bersama keluarga almarhum Roy Herman Bolle, massa yang terdiri dari kerabat dan sahabat Roy Bolle serta BEM Nusantara dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Kupang juga menggelar doa bersama.

Koordinator Aliansi Peduli Kemanusiaan, Max Sinlae, aksi 1000 lilin dan doa bersama merupakan dukungan kepada hakim agar dapat memutus praperadilan tersangka Marthen Konay dengan adil.

“Kami berdoa kepada Tuhan agar hakim diberikan rahmat dan kebijaksanaan untuk memutus praperadilan ini dengan seadil-adilnya,” ungkapnya.

Baca juga: Hajar NTB, Tim Futsal Putra NTT Melaju ke PON 2024

Dengan fakta-fakta yang telah dihadirkan dalam sidang praperadilan, Max yakin hakim akan menolak tuntutan pemohon Marthen Konay.

Terkiat dengan jalannya sidang putusan praperadilan besok, Max Sinlae menghimbau kepada seluruh masyarakat yang ada ikut dalam persidangan untuk menahan diri dan menghindari hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri dan banyak orang.

“Percayakan kepada aparat, percayakan kepada hukum. Mari kita semua sebagai warga negara yang baik kita hormati proses praperadilan besok. Tetap kedepankan sisi kemanusiaan dan sisi persaudaraan. Kita dengan pihak sebelah saling tahu sebagai teman, sahabat dan keluarga,” pungkasnya.

Baca juga: Berdamai, Pengprov Taekwondo NTT dan Dispora Sepakat Atlet Harus Ikut Kejurnas Antar PPLP

Sebelumnya, Marthen Konay mengajukan permohonan praperadilan terkait penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Polres Kupang Kota.

Dirinya diduga menjadi aktor intelektual atau dalang dalam penyerangan yang terjadi di depan kampus UKAW pada 15 September 2023 yang mengakibatkan Roy Herman Bolle meninggal dan empat unit motor dibakar.♦gor

Baca juga: Paul Amalo dan Lidya Tuthaes Wakili NTT di Gelaran Perdana Mister dan Miss Unity Indonesia 2023