Guru SD di Kupang Diduga Cabuli Sejumlah Muridnya, Ini Kronologinya

rudapaksa pencabulan
Ilustrasi rudapaksa

EXPONTT.COM – Seorang guru sekolah dasar (SD) di Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial JFM (59) dilaporkan ke polisi karena di duga cabuli sejumlah muridnya.

Belakangan diketahui terdapat tiga murid perempuan yang dicabuli sang guru, yakni, A (10), D (10) dan R (9). Ketiga korban merupakan siswi kelas IV dan V SD.

Kapolres Kupang AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata, membenarkan adanya laporan tersebut. laporannya telah kami terima dan melalui unit PPA Polres Kupang akan segera melakukan penyelidikan lebih lanjut laporan tersebut,” ujarnya, Kamis, 24 November 2023.

Baca juga: Hipmi Kota Kupang Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Antisipasi Hoaks Jelang Pemilu

Kapolres Kupang menuturkan, peristiwa bermula saat terduga pelaku JFM melakukan tindakan asusila terhadap A yang adalah muridnya sendiri pada Sabtu 28 Oktober 2023 lalu di salah satu ruang kelas sekolah tersebut.

Setelah mengalami hal tersebut, korban A mulai mengalami perubahan sikap dan mental dimana ia sering ketakutan.

YM, ibu korban A yang melihat perubahan sikap anaknya pun menaruh curiga dan memaksa korban A untuk berbicara terbuka.

Baca juga: Kuasa Hukum Izhak Rihi Tanggapi Kuasa Hukum Pemegang Saham Bank NTT

Saat itu juga A menangis histeris hingga akhirnya menceriterakan semua perbuatan JFM atas dirinya kepada YM.

Usai mendapatkan informasi tersebut, YM kemudian mendatangi sang guru JFM ke sekolah, namun pelaku tidak memberikan jawaban apapun. YM kemudian mengadu pada guru-guru di sekolah tersebut.

Kasus asusila yang dilakukan JFM mulai tersebar dari mulut ke mulut, hingga para murid yang lain yang juga pernah menjadi korban akhirnya turut membuka aib yang dilakukan sang guru wali kelasnya itu.

Baca juga: 5 Alasan Bank NTT Ajukan Banding Putusan yang Menangkan Izhak Rihi

YM kemudian mendatangi Polres Kupang melapor kejadian tersebut. Dirinya datang melapor dengan didampingi Sri Astuti l. Ngongo, SH dari Yayasan Putri Zaitun Timur, Kota Kupang serta pendamping desa dan Rumah Harapan Kota Kupang.

Hingga saat ini Unit PPA Polres Kupang sudah dilakukan pemeriksaan terhadap para korban di ruang unit PPA Satreskrim Polres Kupang.

Sedangkan terduga pelaku JFM juga telah dipanggil untuk didengar keterangannya dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.♦digtara

Baca juga: Bocah SD Gantung Diri Usai Ditegur Ibunya Karena Bermain HP Terlalu Lama