Polisi Ungkap Motif 9 Pemuda di Alor Keroyok Pelajar Hingga Tewas

ilustrasi pengeroyokan
ilustrasi pengeroyokan

Kemudian Janu dan Isak Prabila menegur Guterres untuk memakai baju dan Guterres masih menanggapi.

Selang beberapa saat, Ardi melihat pelaku Anis dan ML alias Teku datang menghampiri korban dan Eli.

Eli sempat menahan Anis dan Teku. Namun beberapa saat kemudian pelaku lain yaitu Lani, Metan Padama, Matias, Tian, Slebor, Guterres datang dengan sepeda motor.

Baca juga:  BULOG NTT Imbau Masyarakat Tak Lakukan Panic Buying, Stok Pangan Aman

Mereka berhenti di depan Isak dan korban kemudian langsung turun dan langsung mengejar Isak Prabila dan korban Agustinus Ratu.

Eli yang melihat aksi kekerasan ini langsung lari pulang ke rumah. Saat ia kembali ke lokasi kejadian, ia melihat para pelaku sudah tidak ada di lokasi kejadian.

Karena sudah tidak ada orang, Eli pun pulang ke rumah. Saat saat berjalan pulang, ia mendengar suara tangisan.

Baca juga:  Gubernur NTT Dorong ASN Menulis Buku

Eli melihat ibu korban, Jubita Jela sedang menangis.Eli melihat korban yang sementara tidur tengkurap di depan rumah Kaleb Maure dalam kondisi berlumuran darah.

Korban pun langsung dievakuasi ke dalam mobil angkutan dan dibawa ke rumah sakit umum Kalabahi, Kabupaten Alor untuk penanganan medis.

Baca juga:  Melki Laka Lena Wajibkan ASN Posting Kegiatan Pemerintah di Akun Medsos Pribadi

“Korbannya sempat dibawa ke RSUD Kalabahi dan dinyatakan meninggal oleh petugas kesehatan di Rumah sakit,” ujar Kapolres Alor, AKBP Supriadi Rahman, Kamis, 23 Januari 2025.

Hasil diagnosa dari RSUD Kalabahi menyatakan kalau korban meninggal dunia karena cedera berat pada kepala.

Jenazah korban Agustinus Ratu kemudian diantar ke rumah korban di Desa Petleng, Kecamatan Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor untuk disemayamkan.(*)