EXPONTT.COM – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Nusa Tenggara Timur (NTT), Ganef W. mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) tetapkan Pulau Semau menjadi lokasi pilot project bududaya ikan kerapu dan ikan kakap dengan sistem Keramba Jaring Apung (KJA).
Ganef mengungkapkan, “Tahun 2021 ini diawali dengan pilot project di Pulau Semau Kabupaten Kupang ini, dengan total sembilan unit KJA,” katanya saat mendampingi Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono saat melakukan kunjungan kerjanya di Kupang, Rabu 30 Juni 2021.
Ganef mengatakan bahwa dengan adanya budidaya ikan kerapu dan ikan kakap dengan sistem KJA, diharapkan dua sampai tiga tahun kedepan perairan-perairan di pulau itu dapat memiliki sumber daya ikan (produksi ikan kerapu,red) yang berlimpah dan menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat.
Masyarakat, ujar dia, sudah pasti akan terbantu dengan adanya budidaya tersebut. Menurut Ganef, KJA dengan sistem bulat ini memiliki beberapa keunggulan, diantaranya gerakan ikan dapat lebih menyebar dan tidak mengalami luka.
Baca juga: Curi Kuda, 5 Residivis Pencurian Hewan di Sumba Ditangkap Polisi
Lebih lanjut kata dia, perkembangan budidaya kakap dan kerapu ini direncanakan akan panen di bulan Agustus 2021 nanti. Dengan perkiraan total panen sebanyak 100 ton ikan dengan nilai jual sebesar Rp5,5 miliar.
Lebih lanjut kata dia lagi, jika pilot project itu berhasil maka, pihaknya akan mengembangkan di desa Hadakewa kabupaten Lembata dan juga di Mulut Seribu di Rote Ndao.
Untuk diketahui produk perikanan NTT lebih banyak dipasarkan antar pulau dibandingkan keluar negeri. Selama kurun waktu 2016-2020 produk perikanan NTT mampu meningkatkan volume ekspor rata-rata sebesar 42,83 persen dan pemasaran antar pulau sebesar 219,8 persen.
Kepada Menteri Trenggono, Ganef mengutarakan sejumlah kendala yang dialami terkait dengan budidaya kakap dan kerapu ini.
Baca juga: RT 11 Kelurahan Fatululi Lock Down 10 Orang Positif Covid-19
Termasuk diantaranya kurangnya tenaga ahli, belum tersedianya gudang pakan, serta dampak Badai Seroja yang menyebabkan speed boat tenggelam, rumah jaga rusak berat serta jaring-jaring pun rusak.
Menanggapi hal itu Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono mengatakan mulai tahun 2022 pemerintah akan bangun balai budidaya di pulau Semau.
Pemerintah juga mulai tahun 2022 akan membantu mengembangkan budidaya ikan itu di pulau itu sambil melihat potensi budidaya yang lain seperti lobster.
♦antaranews.com








