Gedung Sekolah SMA Negeri 2 Nekamese Nyaris Ludes Dilalap Api, Diduga Dibakar

  • Bagikan
garis polisi
ilustrasi garis polisi

EXPONTT.COM – Gedung sekolah SMA Negeri 2 Nekamese, Kabupaten Kupang terbakar pada Rabu 22 September 2021 malam.

Kebakaran gedung sekolah yang terletak di Desa Taloitan, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang ini berasal dari atap ruang kelas yang beratap daun lontar dan berdinding kayu bebak.

Kebakaran ini diduga sengaja dilakukan mengingat tak ada arus listrik di sekolah tersebut.

Kejadian tersebut pertama kali diketahui Yakob Hetmina (37), Kepala Dusun I Desa Taloitan.

Baca juga: Curi Sapi Milik Tetangga dan Ganti Cap, Pria di Kupang Ditangkap Polisi

Sang kepala sekolah, Alexander Lasi, SPd (47) yang biasanya tinggal di mess sekolah tidak berada di tempat karena sedang pulang ke rumahnya di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat.

Sementara di sekolah tidak ada orang maupun penjaga sekolah. Guru sekolah pun sudah pulang ke rumah masing-masing.

Sekitar pukul 19.30 Wita, Yakob Hetmina yang keluar rumah dan hendak melayat orang meninggal di dusun tetangga terkejut karena melihat ada kobaran api yang cukup tinggi di atap ruangan kelas.

Yakob yang melihat kejadian tersebut memberitahu Marselina Nesib (42). Keduanya pun memukul tiang listrik yang membuat warga setempat langsung keluar rumah dan menuju lokasi sekolah guna memadamkan api menggunakan air dalam fiber milik sekolah.

Baca juga: Wagub dan Ketua DPRD NTT Rayakan HUT Usai Paripurna DPRD

Api pun berhasil dipadamkan beberapa menit kemudian.

Kepala sekolah SMA Negeri 2 Nekamese pun melaporkan kejadian tersebut kepada Kanit Intelkam Polsek Kupang Barat dan Kapolsek Kupang Barat Iptu Sadikin, S.Sos.

Kapolsek menghubungi Kapospol Nekamese untuk mengumpulkan anggota di pospol Nekamese dan segera turun ke lokasi kebakaran.
Saat petugas dari Polsek Kupang Barat tiba di lokasi kejadian, api pada ruang kelas yang terbakar sudah mulai padam.

Baca juga: Tangani Flu Babi Afrika, Gubernur NTT Usul Bangun Labkes Hewan

Polisi pun melakukan olah tempat kejadian perkara sementara dengan mengamati bangunan kelas tersebut yag beratap daun dan berdinding bebak yang mudah terbakar.

Aparat kepolisian menemukan kumpulan batang padi yang sudah kering yang terselip di atap kelas tersebut.

“Kemungkinan ada orang yang sengaja menyimpan batang padi kering ini sebagai pengumpan api untuk dilakukan pembakaran, karena didalam kumpulan batang padi yang sudah kering tersebut sebagiannya sudah terbakar,” ujar Kapolsek Kupang Barat, Iptu Sadikin, S.Sos, Kamis (23/9/2021).

Atas kejadian tersebut pihak sekolah SMA Negeri 2 Nekamese mengalami kerugian jutaan rupiah.

Baca juga: Baru 18 ribu Remaja NTT yang sudah Tervaksinasi Covid-19

Polisi sudah menginterogasi para saksi seperti kepala sekolah, Alexander Lasi, penjaga sekolah, Melkianus Hetmina (33) dan cleaning servis, Aldo Jabi.

“Kami sudah melakukan olah TKP dan mengamankan lokasi kejadian,” tandas Kapolsek.

Polisi masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap penyebab terjadinya kebakaran tersebu, karena di ruang kelas tersebut tidak ada intalasi aliran listrik.

Sejumlah pihak mencurigai ada keterlibatan orang dalam terkait peristiwa ini. Namun polisi masih menyelidikinya.

Di sisi lain, Kapolsek Kupang barat meminta Bhabinkamtibmas menyebarkan himbauan guna meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, karena di Desa Taloitan sudah pernah terjadi kasus pembakaran dan pengrusakan karena permasalah sengketa lahan tanah.

  • Bagikan