Tokoh Agama Minta TNI Bantu Jaga Keamanan

Sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat Naibonat menemui Danrem 161Wirasakti membahas soal Transad Naibonat dan kampung toleransi

Puluhan tokoh agama asal Kabupaten dan Kota Kupang, Selasa, 17 Mei 2016 bersilahturahmi dengan Danrem 161 Wira Sakti Kupang, Brigjend Hery Wiranto di Makorem 161 Wira Sakti Kupang.
Pastor Paroki Taklale, Rm. Piet Olin, Pr dalam silahturahmi ini meminta agar TNI dapat memperhatikan perguruan silat yang ada di Naibonat. Perguruan silat tersebut kerap meresahkan masyarakat. Bahkan bentrokan antar dau perguruan silat yang ada di wilayah itu pernah jatuh korban jiwa. Akibatnya, masyarakat merasa resah kala beraktifitas.
“Saya minta kalau bisa perguruan silat yang ada ini dibubarkan saja karena sudah tidak sesuai dengan ajaran dari perguruan silat yang ada di Indonesia dan meresahkan masyarakat,” kata Romo Piet.
Selain itu, mantan pastor Paroki Katedral kristus Raja Kupang ini juga meminta agar TNI memperhatikan warga eks Timor-Timur yang ada di Naibonat dan sekitarnya. Karena kehadiran mereka ke Kabupaten Kupang bukan kehendak mereka semata melainkan akibat masalah politik. Bahkan mereka dijanjikan akan mendapatkan tempat yang layak untuk tinggal namun sepertinya hal tersebut tinggallah janji semata.
“Kami minta kalau bisa Pak Danrem juga tolong perhatikan umat saya yang merupakan warga eks Tim-Tim karena sejak zaman Presiden SBY, mereka dijanjikan akan mendapatkan tempat yang layak untuk ditempati tapi sampai sekarang hanya tinggal janji saja. Padahal mereka kesini (NTT,red) karena membela merah putih,”kata Romo Piet.
Danrem 161 Wira Sakti Kupang, Brigjend Hery Wiranto mengatakan, dirinya selalu memantau perkembangan setiap daerah yang ada di NTT. Bukan saja di Kabupaten Kupang.
Terkait dengan perilaku perguruan silat yang meresahkan masyarakat, Brigjend Hery Wiranto mengatakan, perguruan silat dibentuk untuk melatih seseorang untuk membela diri dan sebagai wahana olah raga. Kehadiran perguruan silat yang meresahkan masyarakat di Naibonat telah diketahuinya.
Pendekar dari dua perguruan silat di Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang bentrok, Jumat (28/11/2014) malam. Peristiwa itu menyebabkan jalan Trans Timor yang menghubungkan Kupang, Soe, Kefamenanu, Atambua hingga Timor Leste, lumpuh total.
Kompi B TNI Angkatan Darat dan Kepolisian Resor Kupang selaku pihak keamanan langsung terjun ke lokasi dan berhasil meredam. Hingga saat ini belum diketahui pasti apa penyebabnya, namun ada anggapan bahwa keduanya dipicu oleh dendam lama dan dulu pada tahun 2014 juga bentrokan tersebut pernah terjadi.
Sedangkan menyangkut warga eks Timor-Timur, Brigjend Hery Wiranto mengatakan, persoalan ini sudah merupakan persoalan Pemerintah Pusat. Memang ketika itu, warga eks Timor-Timur tersebut di tempati di Naibonat dengan maksud agar dekat dengtan TNI sehingga bisa dijaga.
“Waktu itu emergency sehingga mereka ditempatkan disana. Tapi mereka tidak bisa terus-terusan disana karena itu milik TNI.Apalagi disana ada gudang persenjataan dan amunisi. Kita bukan tidak percaya masyarakat tapi kita perlu waspada karena tidak tidak mengenal sifat dari setiap orang,” jelas Brigjend Hery Wiranto.
Dia menambahkan, akan menyampaikan persoalan ini kepada Gubernur dan Menteri Perumahan sehingga dapat dicari solusi terbaik bagi warga eks Timor-Timur tersebut. ♦ epo