Palsukan Kartu Vaksin Untuk Dapat BLT, 2 Warga Kupang Ditangkap Polisi

kartu vaksin covid
ilustrasi kartu vaksin covid-19

EXPONTT.COM – Dua warga Desa Oefafi, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditahan aparat Polsek Kupang Timur karena melakukan pemalsuan kartu vaksin. Keduanya adalah Oscar Leo (36) dan Edy Hornaida Crus (37).

Kapolsek Kupang Timur Iptu Viktor H Saputra mengatakan, Oscar dan Edy merupakan dua dari tiga tersangka kasus pemalsuan kartu vaksin yang ditangani Polsek Kupang Timur. Satu tersangka lain, NL alias Nelsy (35) belum ditahan karena masih sakit.

“Oscar dan Edy sudah ditahan sedangkan Nelsy masih sakit asma sehingga belum ditahan polisi,” kata Viktor, Minggu 20 Februari 2022.

Baca juga: Mulai 1 Maret 2022, Jual-Beli Tanah Wajib Lampirkan Kartu BPJS Kesehatan

Demi BLT

Menurut Viktor, para tersangka melakukan pemalsuan kartu vaksin guna mendapatkan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Viktor menjelaskan, pihaknya telah melakukan gelar perkara bersama anggota unit Reskrim Polsek Kupang Timur terkait laporan polisi nomor LP/B/29/XI/2021/Sek Kutim/Res Kpg/NTT tanggal 10 November 2021.

Tindak pidana pemalsuan surat dan menggunakan surat vaksin palsu itu dilaporkan Wiwin Tameno (26), tenaga bantuan kesehatan Desa Oefafi ke Polsek Kupang Timur. “Kasus ini sudah kita naikkan status dari lidik ke sidik,” kata Viktor.

Baca juga: Truk Ekspedisi Tabrak Honda Supra di Manggarai, 1 Tewas, 1 Patah Tulang

Para tersangka, lanjut dia, melanggar Pasal 263 Ayat (1) dan Ayat (2) KUHP.

Iptu Viktor mengungkapkan, kasus beawal ketika Nelsy yang merupakan salah satu tersangka, mencari orang untuk dibuatkan kartu vaksin covid-19.

Dalam pembuatannya, Nelsy menarik tarif Rp. 50.000 bagi yang sudah vaksin, sedangkan bagi yang belum vaksin harus membayar Rp. 100.000.

Informasi itu diketahui oleh seseorang bernama Adibu, sehingga Adibu mencarikan orang untuk dibuatkan kartu vaksin dan salah satunya adalah OL alias Oscar. Adibu kemudian mengirimkan data Oscar kepada Nelsy.

Baca juga: Jaksa Agung Mutasi Kajati NTT Sebagai Kepala Pusdiklat Kejaksaan RI

“Setelah menerima data, Nelsy mendesain kartu di laptop nya dengan cara memasukkan identitas Oscar ke kartu, kemudian mengambil barcode milik orang lain yang sudah divaksin dan memasukkan ke kartu atas nama Oscar,” jelas Viktor.

Selanjutnya Nelsy mencetak kartu vaksin palsu ini di salah satu studio di Kota Kupang.

Setelah kartu vaksin beres, Oscar pun menggunakan kartu tersebut untuk mengambil dana BLT di kantor Desa Oefafi.

Saat petugas melakukan verifikasi data dan mengecek di aplikasi PeduliLindungi diketahui ternyata Oscar belum melakukan vaksinasi covid-19. Kasus itu kemudian dilaporkan oleh Wiwin Tameno.
kompas.com

Baca juga: Keluarga Tolak Permintaan Maaf Guru SMP di Kupang yang Hukum Benturkan Kepala Siswa di Tembok 100 Kali