Kronologi Seorang Siswi SMA di Kupang Tewas Tenggelam Saat Ujian Praktik

ilustrasi tenggelam

EXPONTT.COM – Maria G. Ropa (17), seorang siswi kelas III di SMAN 1 Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), tewas tenggelam saat mengikuti ujian praktik di kolam renang yang berada di lokasi wisata Boneana, Desa Oematnunu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, pada Rabu 23 Februari 2022.

Pihak sekolah awalnya mengadakan ujian praktik olahraga renang bagi siswa/siswi yang sudah duduk di kelas 3. Korban pun mengikuti ujian praktik bersama puluhan siswa lainnya.

Pihak sekolah pun melaksanakan praktik olahraga renang di lokasi wisata Boneana, Kabupaten Kupang.

Baca juga: Hadang Mobil Dengan Parang, Dua Pemuda di Manggarai Ditangkap Polisi

Pukul 15.00 WITA, siswa/siswi kelas III yang berjumlah 66 siswa yang terdiri dari 3 kelas dan dikoordinir oleh 3 orang guru olahraga mulai melaksanakan kegiatan ujian praktik tersebut.

Setelah ujian praktik renang di kolam selesai, pihak guru memperbolehkan para siswa/siswi untuk berenang dan membagi para siswa/siswi yang belum mahir berenang diarahkan untuk berenang ke kolam yang airnya dangkal.

Sedangkan siswa/siswi yang sudah mahir berenang diarahkan untuk berenang di kolam yang agak dalam.

Setelah selesai kegiatan, koordinator guru meminta untuk semua siswa/siswi berkumpul di pinggir kolam guna dilakukan pengecekan jumlah para siswa-siswi untuk persiapan pulang ke rumah masing-masing.

Baca juga: Keluarkan Aturan Baru Toa Masjid, Menteri Agama Dikecam Netizen

Namun saat melakukan pengeceka n, Maria G. Ropa (korban) tidak ada dalam barisan para siswa/siswi.

Koordinator guru bersama dengan para guru yang lain serta penjaga kolam langsung melakukan pencarian terhadap korban di sekitar kolam.

Karena air di kolam masih terlihat jernih dan korban menggunakan baju berwarna merah sehingga para guru dan penjaga kolam langsung melihat korban sudah tenggelam. Tubuh korban berada di dasar kolam.

Baca juga: Reka Ulang Kasus Pembunuhan di Sumba Timur, Terungkap Aci Emi Tewas di Tangan Suaminya Sendiri

Guru dan penjaga kolam langsung menyelam dan melakukan penyelamatan awal terhadap korban.

Mereka mengevakuasi korban ke pinggir kolam kemudian melakukan tindakan awal dengan cara memompa dan menekan dada korban.

Korban belum sadar, namun denyut nadi korban masih berdetak.

Para guru dan penjaga kolam langsung membawa korban ke Rumah sakit St. Carolus Beremeus Kelurahan Belo, Kota Kupang untuk dilakukan penanganan medis.

Baca juga: Kepala Desa di Rote Ditahan Polisi karena Keroyok 2 Pemuda

Namun saat dilakukan penanganan medis, korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh dokter jaga.

“Korban diduga tenggelam saat olahraga renang,” ujar Kapolsek Kupang Barat, Ipda Hendra Karel Wadu, S.PSi saat dikonfirmasi Rabu 23 Februari 2022.

Polisi kemudian memeriksa sejumlah saksi dan meminta bantuan tenaga medis melakukan visum.

Jenazah korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk proses pemakaman.
digtara.com

Baca juga: Hadang Mobil Dengan Parang, Dua Pemuda di Manggarai Ditangkap Polisi