Kasus IRT yang Dituduh Suanggi Dianiaya hingga Tewas di Kupang, Polisi Cari Mobil yang Digunakan Tersangka

polres kupang
Reka ulang kasus penganiayaan IRT yang dituduh suanggi

EXPONTT.COM – Polisi terus melengkapi berkas perkara kasus kematian Yakoba Lensini- Sakh, seorang ibu rumah tangga (IRT) yang dianiaya karena dituduh suanggi.

Sejumlah petunuk jaksa telah dilengkapi pasca rekonstruksi kasus ini termasuk penambahan pasal yang diterapkan bagi para tersangka.

Kapolres Kupang, AKBP FX Irwan Arianto yang dikutip dari Digtara.com, mengatakan berkas perkara kasus ini diperkirakan akan dilimpahkan pada pekan depan.

Baca juga: Tinjau Penanganan Stunting di TTS, Jokowi Akan Tagih Janji di 2024 Nanti

“Ada sejumlah petunjuk jaksa yang perlu kita lengkapi sebelum dilimpahkan kembali. Paling lambat pekan depan berkas kasus ini sudah bisa dilimpahkan kembali,” jelas Kapolres Kupang, AKBP FX Irwan, Kamis 24 Maret 2022.

Selain itu, petunjuk lain yang perlu dilengkapi adalah mencari dan menemukan barang bukti mobil merk Inova berwarna hitam yang digunakan untuk menjemput dan mengantar para korban.

“Kita perlu cari mobil Inova yang digunakan para tersangka saat itu. Mobil barang bukti itu merupakan mobil rental yang disewa tersangka,” tandasnya.

Baca juga: Resmikan Pantai Wisata Kelapa Lima Kota Kupang, Ini Kata Presiden Jokowi

Penyidik pun akan memeriksa saksi ahli yakni dokter forensik yang melakukan otopsi dan ekshumasi jenazah korban.

Ekshumasi sendiri dilakukan awal November 2021 lalu oleh AKBP dr Edy Hasibuan dari Bid Dokkes Polda NTT dan tim.

Hasilnya, ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban berupa luka memar dibagian depan dan atas kepala, luka memar di bagian wajah, adanya pendarahan selaput keras otak dan juga beberapa tulang dada yang patah.

Baca juga: Truk Hantam Pikap dan Sepeda Motor di Sumba Timur, Dua Orang Meninggal di Tempat

Kasus ini ditangani penyidik Polsek Kupang barat sesuai laporan polisi nomor LP/ B / 22 / VI / 2021 / Polsek Kupang Barat / Polres Kupang, tanggal 17 Juni 2021.

Yakoba yang dituduh suanggi dianiaya tiga orang warga sipil dan satu oknum anggota TNI AD di rumahnya.

Ia meninggal tiga pekan pasca penganiayaan karena tidak mendapatkan perawatan medis.

Baca juga: Segera Naik Persidangan, Berkas Perkara Pembunuhan Astri dan Lael Dinyatakan Lengkap Oleh Jaksa

Rekonstruksi pada Jumat 18 Maret 2022 laluu bersama pihak kejaksaan Oelamasi Kupang dan POM TNI AD berlangsung sejak pagi hingga siang hari.

Kapolres Kupang, AKBP FX Irwan Arianto, SIK MH menyebutkan kalau reka ulang kasus ini dilakukan sesuai petunjuk jaksa.

Jaksa pada Kejaksaan Negeri Oelamasi Kupang mengembalikan berkas perkara dengan beberapa petunjuk.

Baca juga: Kunjungi Pasar Penfui Kupang, Presiden Jokowi Beli Daun Singkong dan Bunga Pepaya

Salah satu petunjuknya yakni reka ulang kasus sehingga digelar reka ulang secara bersama.

“Ini untuk kepentingan melengkapi berkas perkara kasus ini,” ujar Kapolres Kupang.

Dalam reka ulang kasus ini terungkap pula adanya perencanaan penganiayaan dan para tersangka sudah membawa garam dan daun kelor untuk diberikan kepada korban Yakoba dan suaminya Fergi Lensini.

Dalam kaitan kasus ini, penyidik kepolisian hanya menangani berkas perkara untuk tiga warga sipil.

Sedangkan penanganan terhadap tersangka Serka Doni Imanuel Nenosaban diserahkan ke POM TNI AD.

(*)