Yayasan JPM Gelar Pelatihan Kader Kesehatan Mental Masyarakat dari 12 Desa Se-Kabupaten Kupang

Pelatihan Kader Kesehatan Mental Masyarkat dari 12 Desa Dampingan dan Workshop Tenaga Kesehatan, 30 April hingga 02 Mei 2024 / foto: Gorby Rumung

EXPONTT.COM, KUPANG – Yayasan Jaringan Peduli Masyarakat (JPM) menggandeng CBM Global Indonesia, Bengkel Advokasi Pemberdayaan dan Pengembangan Kampung (Bengkel Appek), Yayasan Tanpa Batas (YTB), Yayasan Penguatan Lingkar Belajar Komunitas Lokal (PIKUL), dan Gerakan Advokasi Transformasi Disabilitas untuk Inklusi NTT (Garamin NTT) merupakan Konsorsium Program MATAHATI (Mendorong Kabupaten Kupang Humanis, Adaptif Tangguh dan Inklusif) yang bertujuan untuk mencapai Kabupaten Kupang yang Tangguh dan Inklusif pada 2032.

Program MATAHATI merupakan percontohan dan untuk tahap I ini akan dilaksanakan mulai tahun 2023 hingga 2026 dengan mendorong lingkungan yang mendukung pemenuhan hak dan layanan dasar bagi kelompok marginal dan penyandang disabilitas di Kabupaten Kupang.

Baca juga: Pdt Emmy Sahertian Imbau Masyarakat NTT Waspada Modus Penipuan Perekrutan Tenaga Kerja

Yayasan Jaringan Peduli Masyarakat (JPM) sebagai salah mitra yang tergabung dalam anggota konsorsium akan bekerja di 6 Kecamatan dan 12 desa dampingan: Kecamatan Amfoang Barat Daya: Desa Bioba Baru Taen dan Letkole, Kecamatan Amfoang Tengah:Desa Bitobe dan Fatumonas, Kecamatan Amfoang Selatan: Desa Leloboko dan Oelbanu. Kecamatan Kupang Tengah : Desa Oelpuah dan Oelnasi, Kecamatan Kupang Timur : Tuapukan dan Oelatimo dan Kecamatan Amarasi : Desa Oenoni 2 dan Oesena yang berfokus pada Isu Kesehatan Mental, termasuk dukungan terhadap pemenuhan layanan kesehatan dasar di tingkat Puskesmas, pengurangan stigma, dan pemberdayaan ekonomi/sosial masyarakat dengan kondisi kesehatan mental dan disabilitas psikososial sebagai layanan kesehatan mental.

Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan proyek di desa, maka Yayasan Jaringan Peduli Masyarakat (JPM) Telah melakukan sosialisasi tetang kesehatan mental bagi masayarakat di 12 desa dampingan, Memilih 5 orang Kader kesehatan mental dari setiap desa, melakukan pendataan terhadap penderita psikososial (ODGJ), Bermitra dengan 7 Puskesmas yang menjadi Puskesmas rujukan untuk 12 desa dampingan, Bermitra dengan Rumah sakit Jiwa Naimata, Bermitra dengan Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa ( IPKJI) NTT, Dinkes Kabupaten dan stakeholder lain untuk bersama sama mendukung pemenuhan hak dan layanan dasar bagi kelompok marginal terutama penyandang Psikososial di Kabupaten Kupang.

Baca juga:Pilkada Kota Kupang: Dukungan PSI Menguat ke Pasangan Jonas-Alo

Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan Kader Kesehatan Jiwa dan Tenaga Kesehatan Baik Puskesmas dan Pustu dan Rumah sakit serta menyatukan persepsi atau pandangan tentang Pendampingan penanganan Penyandang Psikososial (ODGJ). Dengan harapan bahwa kader, nakes dan semua komponen yang terkait bersama sama bergandengan tangan untuk mendukung pemenuhan hak dan layanan dasar bagi penyandang Psikososial di 12 desa lokasi Proyek di Kabupaten Kupang.

Peserta kegiatan : Perwakilan CBM Global, Dinkes kabupaten Kupang, Balai Centra Efata, Klinik Dewanta Kupang, 12 Kepala Desa, Perwakilan Puskesmas dan Pustu sebanyak 32 Orang, Kader 60 orang, Fasilitator dari IPKJI NTT 5 orang, RSJ Naimata 2 orang dan Team JPM 9 orang degan agenda Pelatihan dan workshop tgl 30 April – 02 Mei 2024.

Yayasan Jaringan Peduli Masyarakat berharap agar semua pihak yang berkepentingan dalam mendukung pemenuhan hak dan layanan dasar bagi kelompok marginal terutama penyandang Psikososial di Kabupaten Kupang bisa berkolaborasi dan bahu-membahu bersama kami di Program MATAHATI untuk medorong tercipatanya Kabupaten Kupang Humanis, Adaptif Tangguh dan Inklusif 2032 nanti.(*)

Baca juga:Nancy Augustyn, Satu-Satunya Perempuan yang Daftar Jadi Balon Wakil Wali Kota Kupang