EXPONTT.COM – Angka kasus covid-19 yang kembali naik di dunia saat ini sebagian besar karena varian omicron yang menyebar dengan cepat di beberapa negara.
Tercatat virus corona varian omicron pertama kali muncul di Afrika Selatan pada November 2021. Penyebarannya lebih tinggi dari varian delta, namun gejala dan persentase masuk rumah sakitnya cukup rendah.
Meski begitu, banyak yang mempertanyakan dari mana sebenarnya varian omicron datang.
Kemunculan omicron memang membuat banyak orang, termasuk kalangan para ilmuwan kaget. Pasalnya, mutasi yang ada di varian ini sangatlah berbeda dari varian-varian sebelumnya.
Para peneliti pun kesulitan menjawab pertanyaan tentang dari mana varian ini berasal.
Baca juga: Kasus Covid-19 RI Hari Ini Bertambah 479, Terbanyak dari DKI
Berbagai Spekulasi
Melansir IFL Science, sekelompok peneliti dari lembaga riset Chinese Academy of Sciences di Beijing merilis risetnya mengenai Omicron.
Awalnya, spekulasi pertama mereka tentang asal virus ini adalah dari antara populasi yang kurang pengawasan dan menyebar tanpa terdeteksi.
Spekulasi selanjutnya mengatakan bahwa varian ini muncul dari pasien covid-19 yang melakukan perawatan intensif dalam waktu yang lama. Durasi yang lama dan variasi obat-obatan itu memungkinkan virus untuk bermutasi dalam satu host.
Terakhir, mereka berspekulasi adanya keterlibatan spesies lain yang terinfeksi covid-19, lalu mutasinya muncul ketika virus bersirkulasi di antara individu spesies tersebut.
Baca juga: Ada Lagi Varian Baru Covid: Deltacron!
Para peneliti asal Negeri Tirai Bambu itu pun menemukan petunjuk kalau varian omicron berasal dari covid-19 yang menyebar di antara tikus.
Mereka punya argumen bahwa varian ini merupakan hasil adaptasi virus ketika menginfeksi tikus.
Skenarionya, virus awalnya menginfeksi manusia, lalu manusia menyebarkannya ke tikus. Ketika menyebar di antara para tikus, virus ini beradaptasi dan membentuk beberapa mutasi sehingga lebih kuat di kalangan hewan itu.
Akhirnya, virus tersebut melompat kembali ke manusia dalam bentuk varian baru.
♦ussfeed.com
Baca juga: Pengguna Vaksin Sinovac Girang, Ada Kabar Baik Soal Omicron