Kasus DBD Melonjak di Kabupaten Sikka, Pemkab Keluarkan Imbauan Kewaspadaan Dini Ancaman DBD

demam berdarah di kabupaten sikka
Ilustrasi Demam Berdarah

EXPONTT.COM – Pemerintah Kabupaten Sikka, NTT mengeluarkan surat imbauan kewaspadaan dini terhadap demam berdarah (DBD) kepada kepala puskesmas se-Kabupaten Sikka setelah terjadi peningkatan kasus demam berdarah yang terjadi pada bulan Januari 2022 di Kabupaten Sikka.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Kesehatan Kabupaten Sikka, dr Clara Francis pada Jumat 14 Januari 2022.

Tercatat, 40 kasus DBD terjadi di Kabupaten Sikka selama bulan Januari 2022 dengan 1 kasus kematian.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Beruntun di Jalan Timor Raya, Dua Angkot Ugal-ugalan

Clara meminta kepada para kepala puskesmas untuk segera berkoordinasi dengan camat, kepala desa, dan lurah dalam pembasmian jentik nyamuk secara rutin.

Hal tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti instruksi bupati terkait kewaspadaan DBD yang sudah dikirim ke kecamatan, kelurahan/desa.

Dalam surat imbauan tersebut, kata dia, setiap kasus demam berdarah harus diwaspadai sehingga puskesmas harus melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) dan kegiatan pembasmian jentik serta melaporkan kegiatan tersebut ke dinas kesehatan dalam waktu 2×24 jam.

“Kita juga meminta seluruh tenaga kesehatan untuk memantau semua pasien demam terutama anak-anak yang berkunjung ke rumah sakit, klinik maupun dokter praktek swasta agar perkembangan pasien berada dalam pantauan puskesmas,” papar dia.

Baca juga: Jembatan Putus Sejak Seroja Belum Diperbaiki, Warga Malaka Pikul Motor Seberangi Sungai

Selain itu, pihaknya pun juga meminta puskesmas harus melakukan promosi dan edukasi serta membacakan himbauan Bupati Sikka tentang kewaspadaan dini DBD di tempat umum dan mimbar agama.

Kemudian pihak Puskesmas diminta untuk melakukan koordinasi dengan kepala sekolah di wilayah masing-masing untuk kegiatan pemberantasan sarang nyamuk di sekolah.

“Kita juga meminta masyarakat untuk menjaga perilaku hidup bersih dan sehat yang dimulai dari lingkungan masing-masing. Dan masyarakat harus tetap waspada DBD karena secara epidemiologi terjadi peningkatan kasus dalam periode yang sama dari 2021 ke 2022,” pungkas dia.
♦mediaindonesia.com

Baca juga: Masih Menunggu Petunjuk Dinkes NTT, Dinkes Kota Kupang Belum Mulai Vaksin Booster