Kasus Covid Meningkat di Kota Kupang, Pemkot Terapkan PPKM Level 3

ppkm
Ilustrasi PPKM

EXPONTT.COM – Menyusul tingginya kasus aktif covid-19 dalam beberapa waktu terakhir Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore pada Kamis 3 Maret 2022.

“Kota Kupang sudah menetapkan status PPKM Level 3. Pemerintah melakukan pembatasan kegiatan masyarakat sebagai upaya menekan peningkatan kasus COVID-19 yang terus melonjak di Kota Kupang,” kata Wali Kota.

Baca juga: Erik Rede Tegaskan Tidak Ada SK Pembatalan Pelantikan Dirinya Sebagai Wakil Bupati Ende

Pemberlakuan PPKM level 3 ini akan berlangsung pada 1 hingga 14 Maret 2022.

Berbagai kegiatan masyarakat yang dilakukan pembatasan seperti kegiatan hajatan pesta hanya diizinkan 50 persen dari kapasitas ruangan, serta tidak diizinkan makan ditempat.

“Selama kegiatan pesta berlangsung tetap dilakukan penerapan protokol kesehatan secara ketat seperti menggunakan masker selama acara berlangsung,” kata Jefri Riwu Kore.

Sedangkan untuk kegiatan di pusat perbelanjaan, Wali Kota juga mengatakan, hanya diizinkan dibuka mulai pukul 10.00 WITA hingga pukul 21.00 WITA.

Baca juga: 2 Minggu Tak Keluar Rumah, Pria di Sikka Ditemukan Tewas membusuk

“Semua pusat perbelanjaan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi saat masuk ke pusat perbelanjaan,” kata Jefri Riwu Kore.

Untuk kegiatan pendidikan, pembelajaran dilakukan secara daring.

“Tidak diizinkan kegiatan pembelajaran tatap muka karena saat ini banyak siswa/siswi di Kota Kupang yang terpapar virus corona sehingga kegiatan pembelajaran tatap muka dihentikan sampai kasus covid-19 mulai melandai,” kata Jefri Riwu Kore.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Kupang mencatat kasus COVID-19 tercatat 20.014 orang terdiri dari pasien yang sembuh 16.333 orang, meninggal dunia 339 orang dan masih dalam perawatan medis 3.338 orang.
antaranews.com

Baca juga: Jumlah Pasien DBD Meningkat, Dua Kabupaten di NTT Tetapkan Sebagai Kejadian Luar Biasa