Pembuatan KTP Dan Dokumen Kependudukan Transgender Akan Punya Pelayanan Khusus

transgender
transgender pride flag/ foto: citynews1130

EXPONTT.COM – Pembuatan KTP dan dokumen kependudukan untuk kelompok transgender akan punya pelayanan khusus dan ditangani tim khusus.

Menurut Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), Zudan Arif, keputusan ini dibuat sebagai bentuk komitmen membantu para transgender agar mereka dapat mengurus dan memiliki dokumen kependudukan seperti kartu keluarga, akta kelahiran dan terutama KTP elektronik.

Kemendagri melalui Ditjen Dukcapil telah menunjuk pejabat pelaksana untuk mengoordinasikan pelayanan ini untuk bisa  segera dilaksanakan di seluruh Indonesia.

“Dukcapil seluruh Indonesia akan membantu teman-teman transgender untuk mendapatkan dokumen kependudukan,” kata Zudan.

Baca juga: Tawuran di Matani Kupang Picu Konflik Antar Etnis, Kapolda NTT Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi

Prosesnya juga sudah dipermudah. Mereka yang sudah merekam data hanya harus memverifikasi dengan nama asli.

Pengambilan datanya atau pendataannya juga tidak harus di Jakarta, tetapi juga bisa dilakukan di Dinas Dukcapil daerah masing-masing.

“Termasuk untuk dibuatkan KTP-el sesuai dengan alamat asalnya,” kata Zudan.

Hartoyo selaku Ketua Dewan Pengurus Perkumpulan Suara Kita, mengungkapkan, sebelumnya, kelompok Transgender kerap kesulitan untuk memproses dokumen kependudukan seperti KTP-el, KK dan akta kelahiran. Hal ini berimbas pada sulitnya pengurusan BPJS kesehatan dan bantuan sosial lainnya.

Ia mengklaim telah mengumpulkan data 112 transgender di Jabodetabek yang sama sekali belum memiliki dokumen kependudukan untuk dibantu pengurusannya.

Data itu mencakup nama asli (bukan nama samaran atau panggilan), tempat lahir, tanggal lahir, jenis kelamin, nama ibu dan nama Bapak.

“Mereka sulit mengurus pelayanan publik lain, seperti BPJS-Kes, atau sulit mendapat akses bansos. Padahal banyak di antaranya yang hidup miskin sebagai pengamen, dan profesi lainnya,” kata Hartoyo.

♦ussfeed.com

Baca juga: Tenaga Kesehatan di Puskesmas Hauhasi TTS Diduga Usir ke Keluarga Pasien, Apa Penyebabnya?