Isu Harga Obat Naik, Kemenkes Umumkan HET Obat Covid-19, Ini 11 Daftarnya

  • Bagikan
harga eceran tertinggi obat
Menkes RI Budi Gunadi Sadikin

EXPONTT.COM – Kemenkes Keluarkan Keputusan Harga Eceran Tertinggi Obat Covid-19

Isolasi mandiri yang saat ini menjadi pilihan pasien atau orang yang terpapar Covid-19, secara langsung membuat permintaan terhadap obat-obat yang membantu memulihkan diri dari Covid-19 pun meningkat drastis. Hal ini dimanfaatkan oknum-oknum yang menyediakan obat menaikan harga obat demi keuntungan pribadi.

Merespon hal tersebut, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunardi Sadikin, telah menandatangani Keputusan Menteri Kesehatan No HK.1.7/Menkes/4826/2021 pada Jumat, 2 Juni 2021 sore, tentang Harga Eceran Tertinggi Obat Dalam Masa Pandemi Covid-19.

Dilansir dari digtara.com, Menkes pada Sabtu 3 Juli 2021 mengatakan, “Harga eceran tertinggi (HET) ini adalah harga jual tertinggi obat di apotek, isolasi farmasi, rumah sakit, klinik, dan faskes, yang berlaku di seluruh Indonesia.”

Baca juga: Kasus Covid-19 di Kota Kupang Melonjak Tajam, 23 Kelurahan Masuk Zona Merah

Dalam Keputusan Menteri Kesehatan tersebut, setidaknya ada 11 obat yang telah ditetapkan harga eceran tertingginya. Diantaranya:

  • Tablet Favipirafir 200mg (Avigan) HET Rp22.500 per tablet.
  • Injeksi Remdesivir 100mg dalam bentuk vial HET Rp510.000.
  • Kapsul Oseltamivir 75mg dalam bentuk kapsul HET Rp26.000.
  • Intravenous Immune Globulin (IVIG) 5% 50ml infus dalam bentuk vial HET Rp3.262.300.
  • Intravenous Immune Globulin (IVIG) 10% 25ml infus dalam bentuk vial HET Rp3.965.000.
  • Intravenous Immune Globulin (IVIG) 10% 50ml infus dalam bentuk vial HET Rp6.174.900.
  • Tablet Ivermectin 12mg dalam bentuk tablet HET Rp7.500.
  • Tocilizumab 20ml infus dalam bentuk vial HET Rp5.710.600.
  • Tocilizumab 80mg, 4ml infus dalam bentuk vial HET Rp1.162.200.
  • Azitromicin 500mg tablet dalam bentuk tablet HET Rp1.700.
  • Azitromicin 500mg tablet dalam bentuk infus (vial) HET Rp95.400.

Menkes Budi meminta agar tidak ada lagi oknum yang memanfaatkan kesempatan di masa pandemi untuk mengambil keuntungan dengan menaikkan harga obat. Ia juga berpesan agar masyarakat lebih berhati-hati saat membeli obat di masa pandemi Covid-19.

Baca juga: Harga Obat Diisukan Naik, Polisi Sidak Toko Obat di Kupang

“Jadi 11 obat yang sering digunakan selama masa pandemi Covid-19 sudah diatur HET nya. Negara hadir untuk rakyat dan saya tegaskan di sini, seperti arahan pak Menko. Kami harapkan untuk dipatuhi,” pungkasnya.

digtara.com

  • Bagikan