Menhan Prabowo Subianto Diusulkan Sebagai Panglima PPKM

  • Bagikan
prabowo subianto

EXPONTT.COM – Sebagai Imbas penyebaran covid-19 di tanah air, Dewan Pakar DPP Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono menyampaikan usulan agar Menteri Pertahanan Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto untuk memimpin pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)

Bambang menilai, perlu ada perbaikan dalam pelaksanaan PPKM yang dimulai sejak 3 Juli 2021.

Bambang Haryo Soekartono mengusulkan agar Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sebagai Koordinator PPKM karena serangan covid-19 erat hubungannya dengan pertahanan negara.

“Mitigasi bencana ini penting karena menjadi dasar pemerintah membuat kebijakan. Di dalam mitigasi ada pemetaan masalah yang benar, termasuk cara mengatasi dan antisipasi yang disiapkan dari sisi infrastruktur dalam penanganan covid-19 secara nasional,” ujar Bambang dalam keterangan tertulis, Sabtu 21 Agustus 2021.

Baca juga: Polda NTT Bakal Tindak Tegas Pemain Harga PCR

Infrastruktur dalam hal ini bisa berupa rumah sakit dan peralatan kesehatan lainnya, seperti obat-obatan dan tabung oksigen yang dibutuhkan pasien covid-19. Karena tidak ada mitigasi bencana yang matang, maka terlihatlah pemerintah kewalahan saat terjadi lonjakan kasus positif beberapa waktu lalu.

“Buktinya ketika terjadi lonjakan kasus covid-19 tanggal 3 Juli lalu, penerapan PPKM Darurat itu kurang siap. Bahkan perangkat negara kurang siap dalam menganalisa lonjakan kasus covid-19. Ini semua karena tidak adanya mitigasi bencana itu,” ujar mantan anggota DPR RI tersebut.

Agar sejumlah kegagalan tidak terjadi lagi ke depan, alumnus Teknik Perkapalan ITS Surabaya itu mengusulkan agar Presiden Jokowi memperkuat tim koordinator penanganan PPKM maupun Satgas covid-19. BHS mengusulkan sejumlah nama agar masuk menjadi Koordinator pelaksana PPKM. Di antaranya Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Baca juga: Siswa SD di Rote Dituduh Curi HP, Dianiaya Oknum Anggota TNI Hingga Pingsan

Bambang menyebut, Menteri Pertahanan sudah semestinya diserahi tanggungjawab ini karena serangan covid-19 berdampak pada menurunnya kualitas sumber daya manusia. Yang itu secara tidak langsung berpengaruh pada pertahanan negara.

“Negara ini diserang covid-19. Yang paling rentan diserang SDM-nya. Padahal, SDM ini tidak boleh rapuh karena dihancurkan ‘peperangan’ melawan covid-19. Negara ini harus kuat dengan SDM yang kuat pula,” jelas Bambang.

“SDM itu nomor satu, karena SDM aset terbesar dari pertahanan negara. Peralatan secanggih apapun, tidak bisa kalau tidak ada SDM-nya. Jadi, aset manusia nomor satu,” tegasnya.

Baca juga: Dandrem Kupang Akan Proses Hukum Oknum TNI yang Aniaya Siswa SD di Rote

Selain Prabowo, Bambang Haryo Soekartono juga mengusulkan tiga nama lain untuk memperkuat tim PPKM. Yaitu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan karena ia berhasil menurunkan angka kasus covid-19 DKI Jakarta setelah penerapan PPKM Darurat pertama. Sementara di provinsi lain di Pulau Jawa justru naik. Bambang juga mengusulkan dua mantan Menteri Kesehatan agar masuk di tim PPKM, yakni Terawan dan Siti Fadilah Supari.

deliknews.com

  • Bagikan