Jenderal Andika Pastikan 2 Prajurit yang Aniaya Bocah di Rote Diproses Hukum

jenderal andika perkasa
KSAD Andika Perkasa (detik.com)

EXPONTT.COM – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa memerintahkan kedua prajurit TNI yang melakukan tindak pidana penganiayaan kepada bocah SD di Rote diproses hukum.

Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna.

Menurut Tatang, saat ini proses investigasi dan hukum masih berlangsung kepada dua prajurit dari Kodim 1627/Rote Ndao berinisial Serma MSB, Babinsa Ramil 1627-03/Batutua dan Serka AODK Batiminpers yang menganiaya Petrus Seuk (13).

“Sesuai perintah Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa kepada para pejabat TNI AD terkait agar terus melakukan investigasi dan memproses secara hukum oknum anggota TNI AD yang melakukan tindak pidana penganiayaan anak di bawah umur,” jelas Tatang dikutip dari Merdeka.com.

Baca juga: Bocah SD Dianiaya Oknum Anggota TNI, Jenderal Andika Kirim Tim Kesehatan ke Rote

Kepastian proses hukum terhadap prajurit berinisial MSB dan AODK, lanjut Tatang, bila TNI AD akan terus memegang teguh komitmen kepada setiap prajuritnya yang melakukan pelanggaran.

“Tidak ada kata lain selain proses hukum bagi setiap prajurit yang melanggar. Serta mendorong untuk dilakukan visum terhadap korban di RS terbesar di Rote Ndao sebagai bukti tambahan,” ujarnya.

Sebelumnya, Petruk Seuk (13) di Kelurahan Metina, Kecamatan Lobalain, Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur dianiaya dua oknum anggota TNI AD setelah dituduh mencuri ponsel.

Akibat peristiwa itu, Petrus Seuk menjadi menjalani perawaran di RSUD Baa karena luka di beberapa bagian tubuh.

Baca juga: Pemilihan Wali Kota Darwin Australia, Keluarga Besar Amye Un Gelar Doa Bersama

Tidak hanya itu, bocah kelas IV SD ini juga mengalami trauma.

Danrem 161 Wirasakti Kupang, Brigjen TNI Legowo W R Jatmiko, menjelaskan permasalahan ini berakhir damai dan sudah diselesaikan secara adat. Tetapi dia pastikan, anggota TNI yang aniaya bocah tetapi diproses hukum.

“Anggota tetap kita proses hukum. Oknum anggota tersebut sudah ditahan di Kodim Rote Ndao,” tegasnya, Sabtu (21/8).

Menurut Legowo Jatmiko, semua proses hukum akan ditangani oleh Denpom IX/1 Kupang sesuai aturan yang berlaku di tubuh TNI.

“Pokoknya ada salah kita proses hukum, kita masukan ke Pengadilan Militer. Berat atau ringannya, nanti tergantung Denpom dan dalam fakta persidangan nanti,” tutupnya.