Pria Manggarai Terjebak Pinjaman Online Ilegal, Pinjam 6 Juta Berbunga Hingga 70 Juta

pinjaman online
ilustrasi pinjaman online

EXPONTT.COM – Laurensius M.B, seorang warga Kelurahan Waso, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), terjebak di dalam lingkaran pinjaman online ilegal.

Lurensius mengaku dirinya diteror dan diancam data pribadinya akan disebar.

Mulanya pada aplikasi tertera penawaran pinjaman Rp.8 juta hingga Rp.10 juta dengan tenor 91 hingga 180 hari (bunga 0,02%-0,08% per hari).

“Saya berpikir hanya akan berhubungan dengan 1 aplikasi, ternyata setelah kita klik pengajuan dana, ada 7-10 aplikasi (provider penyedia dana) yang tiba-tiba mencairkan dana tanpa persetujuan dari kita dengan tenor 7 hari dan bunga yang sangat tinggi,” jelasnya.

Baca juga: Kisah Susanti Ndapataka, Atlet Muaythai Peraih Medali Emas PON Papua, Rumah Sederhana dan Latihan dengan Alat Seadanya

Laurensius menjelaskan misalnya dana yang ingin dipinjam 6.000.000, maka dana yang ditransfer berasal dari beberapa penyedia dana:

  1. Provider A Rp 2.500.000 ditransfer Rp 1.500.000 dengan jangka waktu 7 hari
  2. Provider B Rp 2.000.000 ditransfer Rp 1.200.000
  3. Provider D Rp 1.500.000 ditransfer Rp 900.000 dan seterusnya.

Setelah dana pinjaman dicairkan, lanjut Laurensius, tiba-tiba 5 hari kemudian debt collector melalui obrolan WhatsApp menginformasikan bahwa ada perbaikan sistem sehingga jatuh tempo harus dibayar 5 hari setelah peminjaman.

Baca juga:Kericuhan Tinju PON Papua Berujung Damai, PB PON: Mereka Sudah Jabat Tangan

Apabila tidak melakukan pembayaran, mereka mengancam akan menyebarkan foto dan data pribadi serta membuat grup WhatsApp untuk sebarkan data kita sebagai nasabah dan mencemarkan nama baik.

“Saya di sini merasa terjebak di mana awalnya saya kira hanya akan berhubungan dengan 1 aplikasi ternyata ada beberapa provider dalam aplikasi tersebut.

Atas kejadian ini akhirnya utang saya dari Rp 6 juta sekarang berbunga hingga menjadi Rp 70 jutaan. Yang sudah dibayar 40 Jutaan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa apa yang harus ia lakukan kejadian tersebut agar saya tidak terus diteror debt collector pinjol? Apakah ia bisa melapor ke polisi?

Baca juga:Warga yang Terlibat Bentrok di Adonara Sepakat Damai, Ini 5 Poin Hasil Kesepakatannya

“Saya sudah sangat stres dengan hal ini, Saya juga sudah konfirmasi ke OJK dan Kominfo tapi belum ada respons. Terima kasih banyak sebelumnya atas atensi dan bantuannya,” lanjutnya.

Ketika dikonfirmasi ke Pegawai Pinjaman Online yang enggan disebut namanya kepada media ini menjelakan bahwa bunga pinjaman aplikasi mereka sebesar 35 % dan harus dibayar lunas.

“Sekarang dunia canggih bodoh, kalau nggak mau ngutang jangan pinjam,” kata pegawai pinjaman online.

Selain itu, ia juga mengancam akan memviralkan data pribadi korban di media sosial.

kumparan.com