Normal Hingga Awas, Ini Penjelasan 4 Macam Status Gunung Berapi

lembata
Gunung Ile Lewotolok

EXPONTT.COM – Salah satu bencana alam yang sangat mengancam adalah letusan atau erupsi gunung berapi. Untuk itu, informasi tentang status gunung berapi sangat penting untuk melitigasi kejadian yang tidak diinginkan ataupun mencegah adanya korban nyawa.

Di Indonesia terdapat empat status gunung berapi. Tingkatan status gunung berapi dibagi sesuai dengan aktivitas gunung berapi dan dampaknya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 15 Tahun 2011, terdapat empat level atau status sebuah gunung berapi di Indoneisa.

Baca juga: Viktor Laiskodat Sebut Penjabat Gubernur NTT Ayhodia Kalake Nam’kak atau “Tanganga”

Berikut penjelasan status gunung berapi:

1. Level I (Normal)

Pada level I atau normal, bisa dikatakan tidak ada perubahan aktivitas secara visual, seismik, dan kejadian vulkanik yang terjadi pada gunung api.

Dalam status ini, masyarakat bisa beraktivitas dan melakukan kegiatan sehari-hari dan juga mendaki gunung tersebut.

2. Level II ( Waspada)

Pada level ini, hasil pantauan atau pengamatan dan instrumental mulai memperlihatkan aktivitas yang lebih meningkat dibanding biasanya atau status normal.

Baca juga: 22 KPU Kabupaten/Kota di NTT Terima 5 Jenis Surat Suara, Segini Jumlahnya

Pada status waspada beberapa gunung api terjadi erupsi, namun baru menimbulkan ancaman bahaya di sekitar kawah.

Dalam status waspada, mulai terlihat perubahan visual di sekitar kawah gunung berapi. Gangguan magmatik, tektonik, atau hidrotermal mulai terjadi, tetapi diperkirakan tidak terjadi erupsi dalam jangka waktu tertentu.

Pada status Level II, masyarakat masih dapat melakukan kegiatan sehari-hari, tetapi perlu meningkatkan kewaspadaan.

Baca juga: Bukan di Brasil, Patung Yesus Tertinggi Ada di Indonesia

Sementara itu, dalam beberapa situasi tertentu, masyarakat akan disarankan untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar kawah.

3. Level III (Siaga)

Pada level ini aktivitas guning api mengalami peningkatan aktivitas yang semakin nyata. dapat terlihat jelas perubahan baik secara visual maupung aktivitas kawah.

Dalam status ini, biasanya terjadi letusan utama, jika peningkatan kegiatan gunung api terus berlanjut, kemungkinan erupsi besar mungkin terjadi dalam kurun dua pekan.

Baca juga: Indonesia Jadi Negara Paling Dermawan 3 Tahun Berturut-turut

Pada level III atau status siaga, ancaman bisa meluas dan mengancam pemukiman penduduk terdekat.

Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan dengan tidak melakukan aktivitas di sekitar lembah sungai yang berhulu di daerah puncak.

Pada level ini mayarakat diminta mulai mempersiapkan diri untuk mengungsi sambil menunggu perintah dari pemerintah daerah sesuai sesuai rekomendasi teknis Kementerian ESDM.

Baca juga: 10 Universitas Terbaik di NTT, UNWIRA Peringkat Ketiga

4. Level IV (Awas)

Pada Level IV atau Awas adalah status gunung berapi yang paling memungkinkan terjadinya erupsi.

Artinya, ada peningkatan aktivitas yang semakin nyata atau gunung api mengalami erupsi.

Status Awas merujuk pada letusan utama yang diikuti dengan letusan awal, kemudian semburan abu dan uap, baru erupsi besar.

Baca juga:Viktor Laiskodat Sebut Penjabat Gubernur NTT Ayhodia Kalake Nam’kak atau “Tanganga”

Dalam kondisi ini, kemungkinan erupsi besar akan berlangsung dalam 24 jam.

Pada level Awas, ancaman bahaya erupsi bisa meluas dan mengancam pemukiman penduduk.

Masyarakat di sekitar wilayah gunung berapi tersebut sudah tidak boleh beraktivitas dan harus segera mengungsi berdasarkan perintah dari pemerintah daerah setempat sesuai dengan rekomendasi teknis Kementerian ESDM.(*)

Baca juga: Ayhodia Kalake Nam’kak