Wakil Menteri ATR/BPN Minta Masalah Tanah Di Mabar Harus Fokus Pada Solusi

  • Bagikan
Wamen ATR/BPN Surya Tjandra saat mengunjungi Labuan Bajo, Senin 13 September 2021/ antaranews

EXPONTT.COM – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional Surya Tjandra meminta agar permasalahan tanah di Manggarai barat harus berfokus pada solusi.

Hal itu disampaikan Surya dalam kunjungannya ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Fokus pada solusi. Semangatnya ada di situ (solusi),” kata Surya, Senin, 13 September 2021.

Hal tersebut ia sampaikan usai berdiskusi dengan segenap unsur Pemerintahan Kabupaten Manggarai Barat terkait permasalahan tanah di daerah yang menjadi daerah pariwisata super prioritas tersebut.

Baca juga: Kekayaan Jokowi Naik Rp. 8,9 miliar Selama Masa Pandemi

Bagi Surya, permasalahan tanah harus mengarah pada solusi. Oleh Sebab itu, dibutuhkan dukungan berbagai pihak melalui musyawarah dan negosiasi sehingga ada solusi dan kejelasan bagi para investor yang mau masuk ke Manggarai Barat.

Surya menyebut, dirinya telah mendapatkan gambaran lebih lengkap terkait masalah tanah karena ada berbagai masukan dari perspektif masyarakat adat, pemangku kepentingan, bupati, badan otoritas, hingga akademisi.

Menurut Surya, perlu pendekatan penanganan masalah yang lebih halus dan lembut, tapi lebih pasti kemajuannya. Itulah bentuk konkret komitmen Kementerian ATR/BPN RI hingga kini.

Dia pun menjelaskan perlu adanya pemetaan data spasial, baik data kota dan sosial. Kini, pemetaan masalah tanah di Manggarai Barat akan dibantu oleh akademisi dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dan Universitas Nusa Cendana Kupang.

Baca juga: Menginap di Rumah Kerabat, WNA Australia di Rote Ndao Kehilangan Uang Rp.90 juta dalam Brangkas

“Saya akan rapat dengan mereka untuk gali. Dari situ baru akan terlihat masalahnya apa, akarnya dimana, baru ada penyelesaian,” ungkap Surya.

Dia pun berharap amanat Presiden Joko Widodo untuk pembangunan Indonesia tetap dijalankan oleh semua pihak. Momentum pembangunan harus dikerjakan sebaik mungkin untuk Indonesia, katanya.

antaranews.com

  • Bagikan