Gempa Susulan Magnitudo 4,6 Guncang Manggarai, BMKG: Minta Warga Tidak Panik

gempa bumi
ilustrasi gempa bumi

EXPONTT.COM – Gempa bumi susulan bermagnitudo 4,6 mengguncang Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa 1 Maret 2022, pukul 01.10 WITA.

Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Georfisika (MKG) Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, menjelaskan, dari hasil analisis BMKG, episenter gempa terletak pada koordinat 8,10° LS; 120,56° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 57 km timur laut Ruteng Manggarai, NTT, pada kedalaman 10 kilometer.

Cahyo juga menjelaskan, jika diperhatikan dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif di dasar laut.

Baca juga: Pernah Jadi Negara Adidaya, Ini 15 Negara Pecahan Uni Soviet

“Dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Ruteng II-III MMI. Kemudian Labuan Bajo II MMI, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang,” jelas Cahyo, Selasa 1 Maret 2022 pagi, dilansir dari kompas.com.

Hingga saat ini, lanjut Cahyo, belum ada laporan dampak kerusakan yang timbul akibat gempa tersebut.

Sementara itu, dari hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa bumi tektonik menunjukan bahwa gempa bumi ini tidak menimbulkan potensi tsunami.

Baca juga: BMKG: Empat Wilayah NTT Diprediksi Akan Diguyur Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang

Ia mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Sementara hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa bumi tektonik menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Untuk hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya.

“Hindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, atau pun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah,” katanya.
♦kompas.com

Baca juga: Tibo Monabesa, Petinju Asal NTT yang Pertahankan Gelar WBC, Kalahkan Murid Manny Pacquiao