Lurah di Kupang Temukan Warga Isoman yang Tidak Berada di Rumah

  • Bagikan
isolasi mandiri

EXPONTT.COM – Lurah Liliba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Makoni menemukan salah satu keluarga yang tidak berada dirumah saat melakukan isolasi mandiri.

Mereka adalah keluarga Sergio Dader, warga Liliba yang bersama istri dan dua anaknya terkonfirmasi covid-19 dengan gejala ringan. Mereka menjalani isolasi mandiri sejak pekan lalu.

Namun saat mereka dikunjungi lurah mereka tidak bisa ditemui, “Saat kami tiba di sana, anak-anaknya bilang papa dan mama pergi ke toko,” kata Viktor Makoni.

Menurutnya, orang yang melakukan isolasi mandiri harus menunggu hasil PCR negatif sebelum keluar rumah. “Aturannya, warga isoman tidak boleh keluar dari rumah karena berpotensi menyebarkan covid-19 ke orang lain. Tunggu sampai hasil tes PCR negatif,” katanya dengan kesal.

Baca juga: Diduga Lakukan Pencemaran Nama Baik, Gubernur NTT Laporkan Ketua Araksi ke Polda NTT

Rabu 3 Agustus 2021, Viktor Makoni bersama anggota tim satgas  covid-19 kelurahan, berkeliling ke rumah warga yang sedang isoman untuk menyalurkan bantuan sembako.

Masing-masing keluarga menerima bantuan beras 10 kilogram, telur satu rak isi 30 butir, 10 ikan kaleng, dan satu liter minyak goreng.

Meskipun covid-19 di Kota Kupang terus melonjak, masih ada warga yang membandel, seperti tidak menjalankan protokol kesehatan secara ketat dan berusaha menutup-nutupi anggota keluarga yang terkonfirmasi covid-19.

Di RT 50, warga terlibat adu mulut dengan tim satgas yang menyalurkan sembako. Seperti Len Muda, salah satu anggota keluarga pasien yang terkonfirmasi covid-19 dan sedang menjalani isolasi di rumah sakit.

Len mengaku, saudaranya itu dirawat bukan karena covid-19, melainkan sakit lambung. “Kakak saya dirawat karena sakit lambung, bukan covid-19, siapa  yang bilang covid-19?,” tanyanya sambil berteriak.

Viktor kemudian  menjelaskan status covid-19 sesuai hasil pemeriksaan laboratorium rumah sakit.

Ditempat lain, Filipus Nopus, warga RT 26 yang terkonfirmasi covid-19 bersama dua anaknya. Dia tidak menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

Tim  satgas menemukan anak-anak dan cucu yang tinggal serumah tidak mengenakan masker.

“Semua orang di dalam rumah ini harus pakai masker, ikut protokol kesehatan supaya yang sehat tidak terjangkit covid-19,” ajak anggota tim satgas, Apolonius Nurak.

Baca juga: Kebakaran di Toko Meubel di Kupang, Tewaskan Tukang Kayu yang Tertidur Pulas

Untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai warga yang sedang isolasi mandiri, satgas mulai memasang pengumuman pada kertas bertuliskan “Isolasi Mandiri” bersama nama pasien isoman, serta alamat yang ditempelkan di tembok rumah.

Salah satu tujuannya agar pasien isoman tidak bebas keluar rumah, dan saling menjaga jarak dengan warga sampai kembali negatif covid-19.

mediaindonesia.com

  • Bagikan