Lakukan Tindakan Asusila pada Anak Kandung Sejak SMP, Pria di Kupang Diamankan Polisi

  • Bagikan
rudapaksa pencabulan
Ilustrasi rudapaksa

EXPONTT.COM – Anggota unit Resmob Subdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda NTT mengamakan IR (38), warga Nunbaun Sabi, Kecamatan Alak, Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu 5 September 2021 petang. IR ditangkap karena telah melakukan tindakan asusila terhadap anak kandungnya sendiri dan telah ia lakukan selama bertahun-tahun.

Penangkapan ini sesuai laporan polisi nomor LP/B/268/IX/2021/SPKT Polda NTT. IR ditangkap di rumahnya tanpa melakukan perlawanan.

“Benar kita sudah mengamankan IR, pelaku percabulan terhadap anak dibawah umur,” ujar Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto, Minggu 5 September 2021 malam.

Baca juga: Berkas Dinyatakan P21, Tersangka Tinus Terancam Hukuman Mati atau Kebiri

Korban, NR (15), dicabuli pelaku selama tiga tahun tanpa diketahui orang lain termasuk ibu korban sejak korban duduk di kelas I sebuah SMP di Kota Kupang tahun 2018 lalu. Saat ini korban sudah duduk di bangku kelas I sebuah SMA di Kota Kupang.

Dilansir dari digtara.com, korban terakhir dicabuli ayahnya pada bulan Agustus 2021 lalu

Aksi bejat tersebut selalu dilakukan pelaku saat pagi hari ketika ibu korban sudah berangkat ke tempat kerja.

Kabid Humas Polda NTT mengakui bahwa menurut keterangan korban bahwa pelaku sudah berulangkali melakukan hal bejat itu terhadap korban.

Baca juga: Gubernur Resmikan Gereja GMIT Betel Ekam

“Pelaku sudah berulangkali melakukan percabulan terhadap korban. Menurut keterangan pelapor, sejak korban masih SMP,” terangnya.

Pasca ditangkap polisi, pelaku IR saat ini masih dalam proses penyidikan.

“Apabila terbukti bersalah akan dihukum sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku di negara kita,” tandas Kabid Humas Polda NTT.

Baca juga: Buntut Pernyataan Sarjana Tak Laku, Dosen dan Alumni Tantang Gubernur NTT

Korban sudah menjalani visum dan diperiksa penyidik Subdit IV/Renakta Dit Reskrimum Polda NTT. Penyidik juga sudah memeriksa saksi-saksi dan mengamankan pelaku.

♦digtara.com

  • Bagikan