Hasil Swab Tak Kunjung Keluar, Warga di Kota Kupang Nekat Bawa Jenazah Bayi Pulang

kota kupang
Hasil Swab Tak Kunjung Keluar, Warga di Kota Kupang Nekat Bawa Jenazah Bayi Pulang / foto: digtara

EXPONTT.COM – Jenazah seorang bayi berusia 7 bulan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dibawa pulang pulang dari rumah sakit oleh keluarganya setelah menunggu lama hasil swab test. 

Tindakan tersebut dilakukan keluarga setelah sebelumnya sang bayi dirawat sejak Jumat 4 Maret 2022 di RSUD S.K. Lerik Kota Kupang, NTT meninggal pada Sabtu 5 Maret 2022.

Keluarga kesal karena hingga waktu yang dijanjikan, hasil tes tak kunjung keluar, sementara jenazah sang bayi hanya dibiarkan sejak pagi.

Baca juga: Profil Agnesia Putri, Gadis NTT yang Wakili Indonesia di Miss Teen Universe 2022 di Dubai

Jenazah bayi akhirnya digendong ke halaman parkir rumah sakit oleh seorang kerabat untuk dibawa pulang ke rumahnya.

Kejadian tersebut sempat menyita perhatian pengunjung rumah sakit lainnya.

Bayi yang merupakan anak dari Natalia Sutarno ini dibawa ke rumah sakit pada Jumat 4 Maret 2022, dengan keluhan demam.

Pada Sabtu 5 Maret 2022, bayi yang bersama orang tuanya berasal dari Kelurahan Batuplat, Kecamatan Alak, Kota Kupang ini dinyatakan meninggal dunia.

Baca juga: Sudah Minta Izin Presiden, Gubernur NTT Akan Pukul Bupati yang Tidak Bisa Turunkan Angka Stunting

Pihak rumah sakit pun melakukan tes swab pada pagi hari dan menjanjikan hasil tes akan diberikan pada siang hari.

Namun karena sudah pukul 13.00 WITA hasilnya belum keluar membuat keluarga nekat membawa pulang jenazah bayi untuk disemayamkan di rumah duka.

Oby, salah satu keluarga pasien pada Sabtu 5 Maret 2022 mengatakan, dari hasil rapid dinyatakan reaktif sehingga dilakukan tes swab PCR, dan hasilnya dijanjikan keluar pukul 13.00 WITA.

Baca juga: Terlalu Banyak Konsumsi Air Ternyata Bisa Sebabkan Keracunan, Ini Penjelesannya

Namun setelah pukul 13.00 WITA hasilnya belum keluar maka nya keluarga membawa pulang jenazah bayi tersebut.

“Keluarga tanya petugas katanya jam 1 hasil keluar, namun setelah jam 1 lewat juga belum ada hasil makanya keluarga dari ponakan istri yang bertindak untuk ambil, alasannya jenazah sudah dari pagi tadi. Sebenarnya, tidak ambil paksa hanya karena hasil katanya lambat keluar,” jelasnya.

Pihak RSUD S. K. Lerik Kota Kupang belum berhasil dikonfirmasi, terkait persoalan ini.

Sementara jenazah bayi itu telah disemayamkan di rumah duka di Kelurahan Batuplat, Kecamatan Alak.
digtara.com

Baca juga: Profil Agnesia Putri, Gadis NTT yang Wakili Indonesia di Miss Teen Universe 2022 di Dubai