Paguyuban Hindu Kupang Gelar Pawai Ogoh-Ogoh, George Hadjoh sebut Kota Kupang Indonesia Mini

Paguyuban Hindu menggelar Pawai Ogoh-Ogoh di Jalan El Tari, Kota Kupang, Selasa, 21 Maret 2023 / foto: Gorby Rumung

EXPONTT.COM, KUPANG – Mengawali rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi, Paguyuban Hindu menggelar Pawai Ogoh-Ogoh di Jalan El Tari, Kota Kupang, Selasa, 21 Maret 2023. Parade dibuka oleh Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh.

Dalam sambutannya, George Hadjoh mengatakan, mengatakan Pawai Ogoh-Ogoh yang digelar umat Hindu di Kupang merupakan satu bukti bahwa Kota Kupang adalah miniatu Indonesia.

Ia juga mengucapkan selamat menjalankan ibadah Nyepi kepada seluruh umat Hindu di Kota Kupang.

Baca juga: Resmikan Kantor Baru Jamkrida NTT, Ini Pesan Gubernur NTT

Dirinya mengatakan kegiatan Pawai Ogoh-Ogoh akan menjadi agenda rutin tahunan di Kota Kupang. Menurutnya kegiatan-kegaiatan keagamaan bisa menjadi alat perekat umat lintas agama.

“Menjadi perekat dan membuat Kota Kupang menjadi kota toleransi terhebat di Indonesia,” katanya.

Dalam Pawai tersebut nampak karya seni Ogoh-Ogoh yang melambangkan keburukan dan hal negatif dalam ajaran umat Hindu ditampilkan dengan dan diarak menyusuri sepanjang jalan El Tari Kupang.

Peserta pawai yang diisi anak-anak dan orang dewasa dari 17 Tempekan di Kota Kupang tampak sangat bersemangat saat tampil setelah tiga tahun parade tertunda. Antusias warga Kota Kupang yang memenuhi sepanjang jalan El Tari pun membuat pawai begitu meriah.

Baca juga:  Ribuan Usulan Warga Dibahas di Forum Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Kupang Tahun 2027

Baca juga: Kapolda NTT Minta Seluruh Pejabat Polda dan Kapolsek Jadi Orang Tua Asuh

Ketua Panitia Pawai Ogoh-Ogoh, dr. Arie dalam kesempatan tersebut, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang yang telah memberikan dukungan kepada Paguyuban Hindu Kupang untuk menyelenggarakan Pawai Ogoh-Ogoh yang telah di nanti umat Hindu di Kupang.

“Tiga tahun lalu kami sudah buat ogoh-ogoh namun tidak dipawaikan karena pandemi dan akhirnya rusak dengan sendirinya. Hari ini semua tim kami dari Pengempon Pura dan Tempekan-Tempekan bangkit dan membuat ogoh-ogoh untuk diparadekan,” ungkapnya.

Sebagai informasi kegiatan Pawai Ogoh-Ogoh merupakan rangkaian kegiatan keagamaan Taur Kesange yang diawali dengan Mecaru yang merupakan upacara bagi umat Hindu untuk menyucikan diri sebelum menjalani Catur Brata Penyepian yang jatuh pada tanggal 22 Maret 2023.

Pawau Ogoh-Ogoh, lanjut dr. Ari, merupakan Butakae atau hal-hal yang tidak baik atau hal-hal jahat yang dipikul berkeliling dan setelahnya dimusnahkan. “Supaya saat kita menjani penyepian tidak ada gangguan dan hikmat,” tambahnya.

Baca juga: KOMPAK Indonesia Desak Copot Kepala BI dan Ketua OJK Perwakilan NTT Dan Tidak Menjelaskan Kepada Komisi III DPRD NTT

Dirinya menyebut, Pawai Ogoh-Ogoh juga merupakan wujud semangat dalam menjalan agama dengan dukungan umat lintas agama.

Baca juga:  Sekda Kota Kupang Paparkan 3 Fokus Utama Percepat Penurunan Stunting

“Inilah semangat kami tahun ini dengan ditemani umat lintas agama yang ikut mengamankan kegiatan Parade Ogoh-Ogoh, ada pemuda-pemuda gereja, pemuda Ansor,” ucapnya.

dr. Ari juga menjelaskan dalam upacara Penyepian ada empat hal yang harus dilakukan umat Hindu, yaitu, Amati Geni atau tidak menyalakan api, lampu dan listrik, Amati Karya atau tidak bekerja, Amati Lelanguan atau tidak bersenang-senang dan Amati Lelungan atau tidak berjalan-jalan. “Jadi semua umat Hindu menjalankan ibadah di rumah masing-masing,” jelas Ari.

Setelah H+1 Penyepian rangkaian Ngembak Geni atau bersilahturahmi, setelahnya dilanjutkan dengan sembahyang sebagai ucapan syukur kepada Tuhan di Pura dan kita berdoa untuk lingkungan kita.

Baca juga: Semua Pemegang Saham Puji Kinerja Bank NTT Pada RUPS Luar Biasa 20 Maret 2023 Dan Jabatan Semuel Djoh Serta Hila Mangu Diperpanjang, Kasus Hukum Akan Dihadapi Pemegang Saham Seri A

“Jadi 3 hal itu yang selalu terkait, manusia dengan Tuhan, manusia dengan lingkungan dan manusia dengan manusia,” tambah dr. Ari.

Baca juga:  Resmikan Kantor Lurah Airnona, Wali Kota Kupang Sebut Gedung Megah Bukan Ukuran Keberhasilan

Puncak rangkaian hari Nyepi akan ada di Dharma Santi, yang nantinya akan disesuaikan waktunya.

“Karena dalam waktu kedepan akan ada bulan Ramadhan dan Paskah jadi kita akan sesuaikan agar toleransi antar umat beragama dapat berjalan dengan baik,” jelas dr. Ari.

dr. Ari menyebut pemaknaan Penyepian tahun ini kembali ke hakikat Penyepian, yaitu Mahardika atau kemerdekaan.

“Setelah kita membuang semua hal-hal negatif kita menjadi merdeka. Secara fisik kita merdeka dan mengabdikan diri kita kepada negara. Bagaimana mana kita menjadi tegar, tegar membangun dan berdemokrasi, terlebih kita akan menghadapi pesta demokrasi. Jadi umat Hindu harus bisa tegar dalam berdemokrasi dengan kemerdekaan yang dimilikinya,” tutupnya.♦gor

Ikuti berita dari EXPONTT.com di Google News

Baca juga: Amos Corputy : Saya tidak Jual Saham Seri B Walau Didesak Dan RUPS