EXPONTT.COM, KUPANG – Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh menantang Kadis Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati untuk menurunkan stunting hingga satu digit.
Hal tersebut ia sampaikan saat membuka Sosialisasi Teknis Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan Launching Resep PMT Lokal Tinggi Protein Hewani Dengan Tambahan Marungga NTT untuk Ibu Hamil dan Balita di Kota Kupang, Selasa 4 April 2023.
George Hadjoh mengatakan, penurunan stunting di Kota Kupang belum tercapai secara maksimal meski telah dilakukan intervensi oleh lembaga pemerintahan dan semua instansi serta masyarakat yang punya kemampuan. “Di Kupang ini semuanya ada, kita tinggal menyambung mata rantai sistem yang kita bangun dengan baik,” kata George.
Dirinya berharap di bulan timbang pada Agustus 2023 mendatang stunting di Kota Kupang bisa turun hingga satu digit.
“Ini ibu (Kadis Kesehatan Kota Kupang) taruhan sudah, harus berani bilang kalo sampai Agustus saya tidak mencapai 9 atau 12 persen, saya minta berhenti dari Kadis Kesehatan. Harus berani begitu,”
Untuk itu dirinya berharap ada kerja kolaborasi semua pihak untuk bisa menurunkan stunting. “Semua harus melibatkan diri untuk bekerja karena tidak bisa kita kerja sendiri-sendiri dengan kerja kolaborasi kita pasti bisa,” kata mantan atlet Kempo itu.
Sebagai informasi, pada bulan timbang Februari 2023 lalu angka stunting di Kota Kupang mengalami penurunan sebesar 2,5 persen jika dibandingkan dengan tahun 2022, dimana pada tahun 2022 tercatat 21.5 persen turun menjadi 19 persen pada 2023.
Menanggapi tantangan Penjabat Wali Kota, Kadis Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, mengatakan, dirinya pun optimis stunting di Kota Kupang pada bulan timbang Agustus 2023 akan turun.
“Kalau turun saya optimis pasti turun, tapi besaran turunnya itu, secara survei rata-rata penurunan sebesar 4,5 sampai 5 persen,” kata Retnowati.
Baca juga:Menteri Pariwisata Dijadwalkan Hadiri Prosesi Samana Santa di Larantuka
Dirinya menyebut penurunan stunting juga memiliki beberapa faktor dilapangan yang bisa menghambat intervensi pemberian gizi kepada anak, diantaranya, penyedia makanan atau orang yang memasak makanan bagi anak stunting, ada kemungkinan pendampingan 90 hari terputus.
Kedua gagal produk, saat makanan telah dimasak namun tidak layak dimakan. Yang ketiga PMT yang tidak menjaga kualitas, sehingga anak tidak mendapat gizi dari makanan tersebut. Keempat penerimaan dan ketelatenan pendamping dan yang kelima blowup dari media yang harus bisa memberikan motivasi seluruh masyarakat untuk menerima.♦gor
Ikuti berita dari EXPONTT.com di Google News
Baca juga:Kronologi 2 Warga Sumba Tengah Adu Bacok, Rebutan Potong Hewan








