Peringati HUT BI dan Kota Kupang, 2.770 Pelajar SD dan SMP Catat Rekor MURI

Peringati HUT BI dan Kota Kupang, 2.770 Pelajar SD dan SMP Catat Rekor MURI / foto: Gorby Rumung

EXPONTT.COM, KUPANG – Sebanyak 2770 pelajar dari tingkat SD dan SMP di Kota Kupang mencatatkan rekor Musium Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai tarian Lufut masal terbanyak di dunia.

Rekor itu dicatatkan oleh para siswa dari 77 SD dan 18 SMP di Kota Kupang yang diinisiasi oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan (BI) dan Pemerintah Kota Kupang untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Kupang dan HUT ke-70 BI.

Acara tarian masal Lufut dibuka secara simbolis oleh Kepala Kantor Perwakilan BI NTT, Donny Heatubun bersama Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh dengan pelepasan balon.

Baca juga: Gubernur NTT Sebut Pulau Adonara Butuh Dibangun Bandara

Dalam tariannya para penari membentuk formasi CBP yang memiliki kepanjangan Cinta, Bangga dan Paham Rupiah.

Kepala Kantor Perwakilan BI NTT, Donny Heatubun, berharap dengan usia yang ke 27 tahun, kota yang indah bisa terus dijaga.

Ia menjelaskan, tarian Lufut yang diperagakan 2.770 pelajar Kota Kupang merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Bank Indonesia yang menyelenggarakan pesta rakyat 2023 dan bekerja sama dengan berbagai stakeholder untuk melaksanakan rangkaian kegiatan pre-event festival ekonomi keuangan digital Indonesia.

Baca juga:  Pemprov NTT Berlakukan WFH, Ini Daftar Instansi yang Tetap Masuk Seperti Biasa

Formasi CBP Tarian Lufut 2.770 pelajar Kota Kupang

“Dengan tema yang diangkat yaitu mengenal rupiah. Uang Rupiah yang kita pakai mungkin bagi kita yang biasa bertransaksi hanyalah sebagai alat pembayaran atau alat tukar, akan tetapi rupiah memiliki makna yang lebih dalam, rupiah merupakan simbol kedaulatan bangsa kita, pemersatu Indonesia dan patut menjadi kebanggaan kita,” kata Donny.

Baca juga: Kronologi Pengendara Sepeda Motor di Kupang Tewas Usai Masuk Kolong Bus di Jalan Timor Raya

Ia juga mengatakan, Bank Indonesia akan terus menekankan program cinta, bangga, paham rupiah atau yang dikenal CBP.

“NTT merupakan provinsi yang berbatasan langsung dengan negara lain, sehingga semakin penting untuk menunjukkan kebanggaan kita terhadap rupiah, agar Jangan sampai kita menggunakan mata uang lain dalam bertransaksi di Indonesia,” jelasnya.

Kepala BI NTT, sementara untuk non tunai, sangat penting juga untuk dipahami dan memiliki beberapa keuntungan, cepat, murah, mudah, aman dan handal. Bank Indonesia selalu bekerja sama dengan semua stakeholder untuk meningkatkan literasi digital, literasi keuangan masyarakat.

Baca juga:  Komitmen Pemkot Kupang Benahi Pengelolaan sampah Dapat Dukungan Pemerintah Pusat

“Bank Indonesia dan pemerintah daerah mengimplementasikan sistem pembayaran non tunai dalam transaksi untuk APBD baik dari sisi pendapatan maupun penerimaan,” jelasnya.

Baca juga: Jokowi Nyaris Santap Makanan Berformalin, Sejumlah Restoran Disidak Bupati Mabar

Bank Indonesia juga bekerja sama dengan semua perbankan untuk bertransaksi menggunakan BI Fast, sehingga masyarakat dapat bertransaksi dengan mudah aman dan nyaman.

Bank Indonesia juga mendukung program OJK yaitu program simpanan pelajar seperti yang dilakukan hari ini, agar anak-anak sejak dini sudah diajarkan tentang literasi keuangan.

sementara itu, Direktur Marketing MURI Awan Rahargo, mengatakan, kegiatan tarian Lufut dengan jumlah penari terbanyak menjadi catatan rekor MURI pertama didunia, karena di negara lain tidak mungkin ada tradisi ini.

“Kami sangat memberikan apresiasi kepada Bank Indonesia Kantor Perwakilan NTT dan pemerintah daerah Kota Kupang, diharapkan seni tradisi dan budaya ini akan terus lestari, tentunya sangat tepat sekali ketika penari yang dipakai adalah anak-anak atau pelajar,” jelasnya.

Baca juga: 11 Kepala Negara Akan Kenakan Kemeja Tenun Manggarai Barat di KTT ASEAN

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Dumuliahi Djami, mengatakan, sebanyak 2.770 anak ikut dalam tarian ini.

Baca juga:  Polemik PMI Kota Kupang Belum Usai, Dana Hibah Dua Tahun Tak Terpakai

“Hari ini kita mencatat rekor MURI dengan tarian Lufut terbanyak se-indonesia. Untuk rekor MURI ini memang kita mengusulkan beberapa tarian, tetapi dari rekor MURI menyetujui tarian lufut karena belum pernah dilakukan sejauh ini,” terangnya.

Tarian Lufut adalah sebuah tarian yang mengisahkan kebersamaan dan simbol gotong royong di masyarakat Timor.

Kebersamaan dan bergotong royong masyarakat Timor pada zaman dahulu dilakukan hampir pada setiap pekerjaan, seperti membuka ladang baru dan membangun rumah atau dalam proses merontokan padi yang baru saja dipanen dengan menggunakan kaki untuk melepaskan bulir-bulir padi digunakan kaki secara bersama-sama.

Sedangkan dalam membangun rumah, tanah yang baru saja ditimbun akan diinjak serta diratakan dengan kaki secara bersama-sama hingga tanah menjadi padat dan kokoh.♦gor

Ikuti berita dari EXPONTT.com di Google News

Baca juga:  Gubernur NTT Sebut Pulau Adonara Butuh Dibangun Bandara