EXPONTT.COM, KUPANG – Kirab Salib Indonesian Youth Day (IYD) 2023 Orang Muda Katolik (OMK) Keuskupan Agung Kupang (KAK) resmi dibuka pada Sabtu 6 Mei 2023.
Acara pembukaan dilaksanakan di Gereja Paroki Santo Fransiskus Asisi Kolhua dengan diawali misa pemberkatan salib yang dipimpin oleh Vikaris Jendral KAK, Romo Gerardus Duka, sekitar pukul 15.00 WITA.
Usai misa, acara Kirab Salib dimulai dengan berbagai penampilan OMK di halaman gereja. Setelah acara pembukaan, para pemuda-pemudi yang membawa salib dengan diringi alunan drumband dari SMA Negeri 11 Kupang berjalan menuju Gereja Santo Matius Rasul Tofa, Kelurahan Oebufu sekitar pukul 17.15 WITA.
Rombongan Kirab Salib IYD OMK KAK akhirnya tiba di Gereja Santo Matius Rasul Tofa sekitar pukul 19.00 WITA dan langsung disambut OMK dan Pastor Paroki Santo Matius Rasul Tofa, John Puri SVD.

Usia menerima salib dari rombongan kirab, salin dibawah ke dalam Gereja Santo Matius Rasul Tofa dan OMK yang hadir melaksanakan doa bersama.
Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Kupang, RD. Longinus Boneetua Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Kupang, RD. Longinus Bone, yang menginisiasi Kirab Salib IYD OMK KAK, mengatakan, rangkaian kegiatan kirab salib akan berlangsung hingga 24 Mei 2023 mendatang hingga salib menyambangi semua paroki di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.
Dirinya sangat berterima kasih atas antusias para orang muda Katolik di Kota Kupang yang sangat luar biasa dalam gelaran Kirab Salib IYD OMK KAK 2023. “Semangat yang ditampilkan para pemuda hari ini yang harus selalu kita pupuk untuk kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Baca juga: Musrenbang RKPD Provinsi NTT, Josef Nae Soi: Rencanakan Pembangunan Jangan Terlalu Kaku
Romo Dus berharap, OMK tetap terlibat aktif dalam gelaran Kirab Salib IYD hingga selesai rangkaian kegiatan nanti. “Karena ini adalah momen dan kesempatan kita untuk saling berjumpa satu dan yang lain untuk saling mengenal,” kata Romo Dus yang juga Pastor Paroki Fransiskus Asisi BTN Kolhua.
Dengan tema ‘Bangkit dan Bersaksi untuk Mewartakan Kristus’, Romo Dus menyebut, Orang Muda Katolik (OMK) adalah masa kini gereja, untuk itu dirinya berharap, OMK bisa selalu menunjukan kreastifitas untuk menjadi saksi Kristus dalam kehidupan mereka.
“Karena OMK yang pastinya akan melanjutkan masa depan gereja dan masa depan bangsa. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” ucapnya.
Dirinya berpesan kepada OMK di Keuskupan Agung Kupang untuk bisa menjadi penerang bagi lingkungan sekitarnya. “Tidak perlu menjadi matahari, cukup menjadi kunang-kunang yang menjadi penerang disekitarmu. Jadilah pribadi yang kehadirannya dinantikan dan kepergiannya dirindukan,” ungkapnya.♦gor
Baca juga: Kunjungi TPST di Denpasar, George Hadjoh Optimis Kota Kupang Bisa Manfaatkan Sampah
Ikuti berita dari EXPONTT.com di Google News








