EXPONTT.COM, KUPANG – Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang, Theodora Ewalde Taek, menyebut, batalnya pelaksanaan ujian akhir secara online SMP se-Kota Kupang menjadi koreksi bagi Pemerintah Kota Kupang.
Usai menyambangi sejumlah SMP di Kota Kupang, dirinya menyebut permasalahan memang terletak pada server yang tidak mampu menampung ribuan peserta ujian sekaligus.
“Saya sudah cek server ini ke dinas dan beberapa sekolah, yang saya dapatkan bahwa server ini kapasitas daya tampungnya tidak memadai,” jelasnya saat diwawancarai Expontt.com, Selasa 9 Mei 2023.
Politisi PKB itu mengungkapkan ujian akhir secara online yang dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kupang merupakan suatu gagasan yang memiliki tujuan yang baik.
“Ini ada hal positif, yang pertama untuk memberikan pemetaan kualitas sekolah dari indikator yang sama. Yang kedua dilakukan secara online ini baik. Kita saat ini di jaman digitalisasi dan anak-anak harus dibiasakan dengan ini dan mengurangi beban ujian secara manual,” ungkapnya.
Meski begitu, dirinya menyebut Pemkot belum siap untuk melaksanakan ujian secara online. “Faktanya kita tidak siap dengan era digital secara online dan mempersiapkan sarana dan prasana dengan baik dalam hal ini server,” ucap Ketua DPC PKB Kota Kupang itu.
Diketahui jumlah siswa SMP se-Kota Kupang yang menghadapi ujian tahun ajaran 2022/2023 sebanyak 6917 siswa, sedangkan menurut informasi siswa yang berhasil login dalam server ujian hanya 1257 siswa. “Kan tidak bisa gunakan server itu, jebol,” ungkapnya.
Baca juga: Ribuan Pelajar SMP se-Kota Kupang Batal Ujian Online, Server Hasil Rekomendasi Dinas Kominfo
Dirinya menegaskan, hal tersebut menjadi koreksi besar pemkot dalam hal ini Dikbud. “Ujian ini tidak boleh memberikan gangguan psikologis untuk anak, dengan keadaan seperti ini tentu akan mempengaruhi hasil ujian anak-anak,” tegas Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Kupang itu.
Dirinya berharap, keadaan ini menjadi pelajaran bagi Pemkot Kupang dalam mempersiapkan ujian akhir tingkat SD yang akan dilaksanakan pekan depan. “Jangan sampai kondisi yang sama dialami murid SD,” tutupnya.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Kupang, Alfred Djami Wila menyebut, aplikasi yang digunakan para siswa dalam ujian akhir secara online yang disiapkan Dikbud belum layak untuk digunakan.
Baca juga: Dinas Pendidikan Kota Kupang Resmi Batalkan Ujian Akhir SMP Secara Daring
“Karena ini belum melalui suatu simulasi yang panjang. Butuh simulasi yang panjang untuk mempersiapkan anak-anak untuk mengahadapi ujian dengan sistem ini,” tegasnya.
Dirinya berharap agar pemkot bisa mempersiapkan secara baik untuk ujian-ujian sekolah di masa mendatang dengan terus melakukan pembenahan hingga aplikasi ujian bisa digunakan dengan baik.
“Karena ini akan mempengaruhi mentalitas anak-anak yang akan menghadapi ujian, pastinya juga akan berpengaruh pada hasil,” ucap politisi Partai Golkar itu.
Dirinya memastikan Komisi IV terus memantau ujian sekolah yang akan berjalan pekan ini dan mengaharapkan kejadian yang mengganggu ujian tidak dialami para murid SD pada ujian pekan depan.♦gor
Baca juga: Server Tak Mampu Tampung 7ribu Peserta UAN SMP, Kadis Dikbud Kota Kupang Minta Maaf
Ikuti berita dari EXPONTT.com di Google News








