3.500 Pelajar SD-SMP di Kota Kupang Tidak Tahu Membaca

Pelajar SMP di Kota Kupang menghabiskan waktu di Taman Nostalgia usai jam sekolah / foto: Gorby Rumung

EXPONTT.COM, KUPANG – Sebanyak 3.500 pelajar SD-SMP di Kota Kupang dinyatakan tidak tahu membaca. Sementara yang mengeja sebanyak 4.000an lebih.

Hal ini diungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Dumuliahi Djami ketika ditemui EXPONTT.COM, Kamis 10 Agustus 2023 di Kota Kupang. Menurut Dumuliahi, data tersebut merupakan data tahun 2022. Sementara untuk tahun 2023, pihaknya masih melakukan pendataan.

Menurut Dumuliahi, jumlah pelajar yang tidak bisa baca dan tulis tidak hanya berada di SMP 11 Kupang, namun juga di sekolah lain di Kota Kupang.

Baca juga: Pelajar di Kota Kupang Tidak Bisa Baca Tulis, Kadis Pendidikan: Itu Kesalahan Saya

“Hampir disemua sekolah itu ada. Dinas Dikbud Kota Kupang telah melakukan pendataan pelajar yang belum bisa baca dan tulis sejak tahun lalu dan masih menemukan pelajar yang belum bisa baca dan tulis,” kata Dumul.

Terkait persoalan ini, dirinya berharap tidak ada pihak yang saling menyalahkan dan fokus untuk mencari solusi.

“Jangan tunjuk kesalahan ke siapa-siapa, itu kesalahan kepala dinas yang belum mampu mengontrol semua sekolah dan kepala sekolah,” ucap Dumul.

Baca juga: Miris, Puluhan Siswa SMP di Kota Kupang Tidak Bisa Baca Tulis

Dirinya menyebut harus ada kerja sama antara pihak sekolah dan orang tua/wali dalam menyelesaikan persoalan ini.

“Kita tahu ini persoalan, kita selesaikan bersama-sama,” tambahnya.

Untuk itu Dinas Pendidikan Kota Kupang memberikan petunjuk pelaksanaan dalam proses pembelajaran khususnya di kelas I, II dan III (SD) dengan meningkatkan komunikasi dengan orang tua secara berkala.

Baca juga: Pemkot Kupang Tak Kunjung Bangun SDN Angkasa, Guru Berdesakan di Ruangan Seng

“Jika memang betul ada anak-anak yang lemah dalam membaca atau berhitung, maka kita tidak akan memaksakan dia untuk (naik) ke kelas berikutnya. Sehingga orang tua bisa bantu di rumah,” jelasnya.

Mantan guruSMA itu menyebut, pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab kepala dinas, kepala sekolah dan guru, namun juga semua orang tua.

Terkait para pelajar yang belum bisa baca tulis namun sudah terlanjur duduk di bangku SMP, dirinya menyebut metode-metode yang dilakukan di sekolah bagi para siswa-siswi tersebut akan tetap berjalan karena sudah sesuai dengan kebijakan Dinas Pendidikan Kota Kupang.

“Yang penting anak-anak jangan sampai ke SMA belum bisa baca tulis,” pungkasnya.♦gor

Baca juga: HUT ke-2 BAPANAS, Bulog NTT Akan Jual Minyak Goreng dan Beras Murah di Kota Kupang, Catat Tanggalnya