Penahanan Marthen Konay Tak Bisa Diperpanjang, Jaksa: Tidak Tercantum dalam SPDP

Kantor Kejaksaan Negeri Kota Kupang
Kantor Kejaksaan Negeri Kota Kupang

EXPONTT.COM, KUPANG – Plt Kajari Kota Kupang, Shirley Manutede, SH., M.Hum., angkat bicara terkait penahanan tersangka Marthen Soleman Konay dalam kasus kematian Roy Herman Bolle.

Menurut Shirley Manutede, pihak kejaksaan tidak memiliki dasar hukum untuk menerbitkan surat perpanjangan penahanan bagi tersangka Marthen Soleman Konay lantaran nama Marthen tidak tercantum dalam Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang diterbitkan Polresta Kupang Kota.

Pihaknya mengacu pada ketentuan Pasal 24 ayat (2) KUHAP yang mengatur maksimal 40 hari untuk perpanjangan penahanan jika pemeriksaan belum selesai, serta pedoman-pedoman terkait penanganan perkara pidana yang mengharuskan penyidik untuk menyerahkan SPDP kepada penuntut umum dalam waktu tujuh hari setelah terbitnya surat perintah penyidikan.

“Kami jaksa dalam memberi perpanjangan penahanan mengacu pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku, sehingga kami sudah menyampaikan alasan penolakan pemberian perpanjangan penahanan tersangka tersebut karena kami tidak menerima SPDP atas nama tersangka Marthen Soleman Konay,” jelas Shirley Manutede kepada wartawan, Selasa 10 Oktober 2023.

Baca juga: Minta Kasus Kematian Roy Bolle Dikawal, Kuasa Hukum Kirim Surat ke Kapolri Hingga Jokowi

Shirley juga membantah jika SPDP atas nama Marthen Soleman Konay digabungkan dengan SPDP untuk tersangka atas nama Donny Konay. 

“Penjelasan dari pihak kepolisian yang mengatakan bahwa SPDP atas nama Marthen Soleman Konay digabungkan dengan SPDP untuk tersangka Donny Konay itu tidak benar. Setelah dicek, SPDP Donny Konay hanya mencantumkan nama Donny Konay tanpa ada nama Marthen Soleman Konay atau kata CS,” lanjut Shirley.

Asisten Tindak Pidana Umum Kejati NTT, Muhamad Ihsan, juga mengonfirmasi hal serupa. Menurutnya, jaksa tidak memiliki dasar hukum untuk mengeluarkan surat perpanjangan penahanan terhadap tersangka Marthen Soleman Konay, karena namanya tidak tercantum dalam SPDP yang diterima dari pihak Polresta Kupang Kota.

Baca juga: Kasus Meninggalnya Roy Bolle, PMKRI dan BEM Nusantara Gelar Aksi Damai di Polresta Kupang Kota

“Jaksa tidak bisa mengeluarkan surat perpanjangan penahanan untuk tersangka Marthen Soleman Konay. Apa betul dia tersangka atau tidak, karena namanya tidak ada dalam SPDP dari polisi,” tegas Muhamad Ihsan.

Kondisi ini mengundang perhatian publik terkait proses hukum yang sedang berlangsung dan menimbulkan pertanyaan tentang kejelasan status tersangka Marthen Soleman Konay dalam kasus tersebut. (gor)