Terbukti Telantarkan Anak dan Istri, BK DPRD Jatuhi Sanksi Sedang

Anggota DPRD Kota Kupang, Mokrianus Lay

EXPONTT.COM, KUPANG – Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang menyatakan Anggota DPRD Kota Kupang, Mokrianus Lay terbukti melakukan penelantaran terhadap istri dan anaknya.

Meski terbukti, BK DPRD Kota Kupang hanua menjatuhkan sanksi “Sedang” kepada Mokrianus Lay.

Politkus Partai Hanura itu akan dijatuhkan sanksi berupa pemberhentian dari keanggotaannya di Badan Anggaran (Banggar).

Baca juga: Viktor Bungtilu Laiskodat Dukung Dr. Drs. Josef Nae Soi, M.M. Sebagai Bakal Cagub NTT

Ketua BK DPRD Kota Kupang, Adolof Hun, hukuman tersebut disepakati oleh lima anggota BK.

“Ada tiga anggota yang memberikan keputusan pelanggaran sedang, yaitu saya sendiri, Esy Bire dari Fraksi NasDem dan Roni Lotu dari Fraksi PKB,” jelasnya, Senin, 18 Maret 2024.

Sementara dua anggota lainnya, Nining Basalamah dari fraksi gabungan Hanura berkarya dn PPP bersatu dan Barche Bastian dari Fraksi PDI-Perjuangan memilih untuk memutuskan sebagai pelanggaran berat.

Baca juga: Jefri Riwu Kore “Diduga” Kerjasama dengan Penjabat Walikota Kupang, Para Camat dan Aparatur Kelurahan Hingga Lurah, RW dan RT Untuk Kumpul KTP

“Jadi tiga suara yang ingin memutuskan pelanggaran sedang, dan hanya dua orang yang pelanggaran berat, maka akhirnya diputuskan sebagai pelanggaran sedang,” ungkapnya.

Dia mengatakan, alasan diambil pelanggaran sedang, karena ketika ditelusuri tidak ada bukti kekerasan dalam rumah tangga.

“Sementara untuk laporan bahwa Mokrianus Lay meninggalkan rumah, memang Mokrianus Lay mengakui hal itu, namun alasannya karena istrinya dinilai tidak menghargai keluarganya,” ungkapnya.

Baca juga: “Klik” telah Menggeser Eksistensi Manusia Sebagai Makhluk Sosial

Adolof menyebut, meski Mokrianus Lay meninggalkan rumah, setiap bulannya masih mentransfer uang sebesar Rp 2 juta. Hal ini yang dinilai bahwa Mokrianus Lay masih memiliki itikad baik untuk tetap membiayai anak dan istrinya.