Robert Fanggidae Bercita-cita Jadi Wali Kota Paling Jujur

Robert Fanggidae / foto: Gorby

EXPONTT.COM, KUPANG – Nama Direktur Utama Bank Tanaoba Lais Manekat (TLM), Robert Fanggidae, beberapa waktu belakangan menjadi pembicaraan di tengah masyarakat Kota Kupang usai dirinya secara resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Wali Kota Kupang 2024-2029 di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) pada Sabtu, 27 April 2024 lalu.

Meski belum secara resmi mendeklarasikan diri sebagai Calon Wali Kota Kupang, pria yang akrab disapa Bobby ini memaparkan sedikit terkait visi dan gagasannya terkait pembangunan ekonomi Kota Kupang yang saat ini memiliki pendapatan asli daerah dibawah Rp 200 miliar.

Memiliki karir sukses dan pengalaman puluhan tahun sebagai seorang bankir, Robert Fanggidae memiliki pandangan dan visi yang kuat untuk mengatasi masalah ekonomi dan pembangunan Kota Kupang menuju Indonesia Emas 2045.

Baca juga : Balon Wali Kota Kupang Robert Fanggidae Daftar ke PDI Perjuangan

Pembangunan Harus Dimulai dari SDM Bukan Infrastruktur

Alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini berpandangan pembangunan daerah seharusnya dimulai dari pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Yang dibangun itu manusia, kemudian, tata kelolanya dibangun dengan teknologi, mengendalikan korupsi. Urus orangnya duluan,” jelas Robert Fanggidae saat ditemui Senin, 29 April 2024.

Menurutnya, Kota Kupang yang dijuluki Kota Kasih harus memiliki ciri khas yakni membangun manusia. Membangun manusia berarti meningkatkan kualitas SDM. Misi pertamanya ketika nanti terpilih menjadi Wali Kota Kupang adalah membangun karakter.

“Misi pertama pembangunan karakter. Pembangunan karakter ini misalnya anak-anak di bawah 12 tahun yang masih sekolah minggu, itu guru sekolah minggu dibayar oleh negara,” tuturnya.

Menurutnya, pengajaran karakter di usia dini akan berdampak hingga 25 tahun ke depan. “Mengajarkan hal-hal sederhana seperti taat berlalu lintas dan menanamkan nilai tidak korupsi dari kecil,” tambahnya.

Robert merasa terpanggil untuk membangun Kota Kupang dengan fokus membangun karakter SDM. Setelah itu ia akan fokus kembangkan bidang pertanian dan peternakan.

“Kupang ini kota jasa, kita ini paling menghasilkan sendiri dari sisi pertanian. Caranya bagaimana, salah satu contohnya kita mengolah sampah nanti bisa mendorong ekonomi sirkuler. Bagaimana sampah itu bisa menghasilkan pupuk padat dan cair sehingga bisa bermanfaat untuk sektor pertanian,” jelasnya.

Baca juga : Narasi Biografis & Visi-Misi Pembangunan NTT, Dr. Fransiskus Xaverius Lara Aba, S.E., M.Ec., Ph.D

Peningkatan PAD Kota Kupang

Sebagai praktisi di dunia ekonomi, Robert menyebut Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Kupang terlampau rendah. Menurutnya, APBD Kota Kupang harusnya bisa menyentuh Rp1,2 triliun hingga Rp1,3 triliun setiap tahunnya. “Tahun lalu PAD kita Rp185 miliar, terlalu kecil. Setahun sebelumnya malah Rp167 miliar,” urainya.

Dengan pengalaman yang dimiliki, Robert mengaku telah memilki sejumlah formula untuk meningkatkan PAD Kota Kupang. “Saya tahu caranya, tapi belum bisa saya bilang sekarang,” ungkap Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (Kagama) NTT ini.

Lebih lanjut Robert mengatakan, untuk menuju Indonesia Emas, Kota Kupang Kota Kasih harus maju, mandiri dan berkelanjutan, salah satunya dengan ekonomi sirkuler, dengan begitu lapangan pekerjaan di Kota Kupang akan terbuka.

“Kupang ini kota jasa, kita ini paling menghasilkan sendiri dari sisi pertanian. Caranya bagaimana, salah satu contohnya kita mengolah sampah nanti bisa mendorong ekonomi sirkuler. Bagaimana sampah itu bisa menghasilkan pupuk padat dan cair sehingga bisa bermanfaat untuk sektor pertanian,” jelasnya.

Robert juga mengkritisi masalah yang selalu diangkat di dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrembang) di tingkat kecamatan di Kota Kupang yang tak pernah mengangkat persoalan lapangan pekerjaan.

Baca juga : Pilkada Kota Kupang: Alex Foenay Siap Bersaing dengan Jonas Salean dan Jeriko

“Setiap musrembang hanya empat soal saja, jalan, selokan, sampah dan lampu jalan, selesai. Pernah bicara lapangan kerja?,” tuturnya.

Menurutnya, pembangunan tak bisa berdasarkan dari musrembang yang hanya melibatkan segelintir masyarakat, namun harus melibatkan seluruh komunitas masyarakat dari berbagai profesi dan pekerjaan. “Membangun itu tidak cukup dengan satu komunitas saja, karena semua turut membangun kota ini,” tegas Robert.

Robert berharap nantinya tidak ada lagi visi misi kepala daerah. Melainkan program yang bersifat berkelanjutan. Ia mengaku akan terus melanjutkan program pemerintah sebelumnya yang sudah berjalan, jika program tersebut benar-benar dirasa menyentuh kepentingan banyak orang.

Baca juga : Tanpa Tuhan Kita Tidak Dapat Hidup Dan Berbuah

Wali Kota Paling Jujur

Robert Fanggidae memiliki cita-cita menjadi Wali Kota Kupang paling jujur. “Sehingga mewariskan modal takut Tuhan ke anak cucu. Minimal dia bangga opanya wali kota paling jujur, itu saja cukup,”

Dirinya mengaku praktik bebas KKN sudah dirinya mulai di Bank TLM. “Saya direktur umum Bank TLM tapi yang punya hubungan darah dengan saya di kantor ini cuma satu, satpam. Ini sudah saya lakukan untuk mendapatkan SDM yang berkualitas di Bank TLM,” ungkapnya.

“Kupang itu Kota Kasih. Kasih itu mengorbankan. menjadi pemimpin itu harus melayani dengan kasih. mengorbankan kepentingan-kepentingan yang salah, kepentingan pribadi, keluarga, kelompok, tim sukses. Yang kedua atasi cinta uang, maka prasyaratnya adalah bersihkan hati dari cinta uang maka sebagian persoalan teratasi,” pungkasnya.♦gor

Baca juga : Alex Riwu Kaho Menghadapi Badai Tanpa Membalas, Badai Itu Segera Berlalu