DPRD Kota Kupang Dukung Pemkot, Pilah Sampah dan Daur Ulang Masuk Pelajaran Mulok SD

Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang, Neda Ridla Lalay / foto: Gorby Rumung
Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang, Neda Ridla Lalay / foto: Gorby Rumung

EXPONTT.COM, KUPANG – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang, Neda Ridla Lalay, menyebut pihaknya mendukung Pemerintah Kota Kupang, memasukan pemilahan sampah dan daur ulang sederhana masuk dalam pelajaran Muatan Lokal (Mulok) di Sekolah Dasar (SD).

‎Menurut Neda Lalay, dengan pemilahan sampah daur ulang sederhana masuk dalam kurikulum, dapat menanamkan kebiasaan peduli terhadap kebersihan lingkungan sekaligus pemanfaatan sampah sejak usia dini.

‎”Dengan memperkenalkan konsep pengelolaan sampah dan memilah sampah sejak usia dini, membantu membentuk kebiasaan berkelanjutan, yang akan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari anak-anak,” kata Ketua Komis IV DPRD Kota Kupang, Neda Lalay, Kamis, 29 Mei 2025.

Baca juga:  DPRD Kota Kupang Minta Pemkot Siapkan Langkah Anstisipasi DBD 

‎”Ini menjadi sisi positif dunia pendidikan, bagus, menanamkan perilaku bijak memilah dan kelola sampah sejak dini,” tambah Neda.

‎Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Okto Naitboho, menjelaskan, Program Lingkungan Hidup telah ditetapkan dalam kurikulum pelajaran mulok yang akan mulai diterapkan pada tahun ajaran baru 2025/2026.

Baca juga:  DPRD Kota Kupang Minta Wali Kota Segera Lantik Direktur Perumda Pasar

‎Terdapat 12 SD yang saat ini telah menjadi pilot project untuk penerapan pemilahan sampah dan daur ulang pada pelajaran Mulok, diantaranya, SD Inpres Palsatu, SD Negeri Sikumana I, SDN Angkasa Penfui, SDN Oetete I, SDI Oepoi, SDN Bertingkat Naikoten, SDI Bakunase 2, SDI Bertingkat Kelapa Lima 1, SDN Kelapa Lima, SDI Oeba 1, SDN Oeba 3 dan SDN Bonipoi 2.

Baca juga:  DPRD Kota Kupang Minta Pemkot Siapkan Langkah Anstisipasi DBD 

‎”Terdapat 12 SD mulai terapkan pendidikan lingkungan, dan ini akan menjadi pelajaran Mulok di semua sekolah yang akan mulai diterapkan tahun depan,” jelas Okto.

‎Memilah dan daur ulang sampah, adalah proses mengolah kembali bahan-bahan yang sudah tidak terpakai menjadi barang baru.

‎Dengan daur ulang dapat mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan dan memanfaatkan sumber daya secara lebih efisien.

‎Selain membantu mengurangi jumlah sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir, dengan mengurangi sampah otomatis juga mengurangi pencemaran lingkungan. (*)