Pemkot Kupang Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan Penyintas KDRT 

Wakil Wali Kota Kupang berfoto bersama panitia dan peserta Pelatihan Peningkatan Kapasitas Perempuan Penyintas Kekerasan dan Kepala Keluarga Perempuan, Selasa, 18 November 2025 / foto: Gorby Rumung
Wakil Wali Kota Kupang berfoto bersama panitia dan peserta Pelatihan Peningkatan Kapasitas Perempuan Penyintas Kekerasan dan Kepala Keluarga Perempuan, Selasa, 18 November 2025 / foto: Gorby Rumung

Kupang Produktif Lewat SDM Terlatih

EXPONTT.COM, KUPANG – Kekerasan terhadap perempuan masih menjadi masalah serius yang mengancam hak asasi manusia di Kota Kupang. Dampak kekerasan tidak hanya psikis dan fisik, namun juga dapat mempengaruhi kondisi ekonomi korban.

Kebanyakan korban terperangkap dalam situasi yang rentan dan bergantung pada pelaku, ketergantungan ini sering sekali menjadi alasan utama mengapa korban tidak berani keluar atau mengakhiri hubungan yang penuh kekerasan.

Pemberdayaan ekonomi memberikan perempuan kesempatan untuk mandiri, membangun kepercayaan diri dan memiliki kontrol atas hidup mereka.

Baca juga:  Gelar Pendidikan Politik, DPD Gerindra NTT Perkuat Kader Tingkat DPC Hingga Ranting

Pemberdayaan ekonomi juga merupakan bagian integral dari pembangunan nasional dan upaya mewujudkan kesetaraan gender.

Menurut data BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), angkatan kerja perempuan di Kota Kupang pada tahun 2024 adalah 75.465 jiwa, data ini mencakup angkatan kerja perempuan di perkotaan dan pedesaan.

Hal tersebut yang membuat Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kupang menginisiasi Pelatihan Peningkatan Kapasitas Perempuan Penyintas Kekerasan dan Kepala Keluarga Perempuan.

Baca juga:  “Ina Kasih” untuk Perempuan Kota Kupang

Pelatihan yang digelar selama dua hari, 18 dan 19 November 2025 di Sahid T-More Hotel ini dilaksankan untuk meningkatkan keterampilan bagi para perempuan penyintas kekerasan dan para perempuan yang menjadi kepala keluarga.

Dalam pelatihan tersebut, sebanyak 20 peserta yang berasal dari berbagai kelurahan di Kota Kupang mendapatkan pelatihan mengolah hasil perikanan yang merupakan salah satu potensi besar Kota Kupang menjadi produk bernilai ekonomi, seperti abon dan makanan kering lainnya.

Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis saat membuka secara resmi pelatihan mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah untuk mendorong kemandirian ekonomi keluarga dan juga memulihkan martabat perempuan.

Baca juga:  “Ina Kasih” untuk Perempuan Kota Kupang

“Hari ini saya melihat, perempuan-perempuan yang tidak menyerah, mau bangkit, menyadari bahwa masa lalu itu boleh penuh luka, namun masa depan selalu penuh dengan harapan,” ungkapnya.

Serena berharap, dengan pelatihan ini dapat meningkatkan pendapatan bagi para perempuan Kota Kupang, serta mendorong kemandirian usaha dan menambah nilai jual hasil perikanan, serta meningkatkan ketahanan keluarga dari sisi ekonomi.

(Gorby Rumung / ADV)