Sekolah Layak Anak, Bukti Kepedulian Pemerintah
EXPONTT.COM, KUPANG – Dalam rangka mewujudkan lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah bagi anak, Pemeirntah Kota Kupang terus melakukan berbagai program inovasi.
Salah satunya adalah penyusunan kurikulum self defense di sekolah untuk meningkatkan pemahaman anak terhadap perlindungan diri.
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis mengatakan, saat ini Pemkot Kupang telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2025. Perda tersebut mengatur tentang penyelenggaraan Kota Layak Anak dan sebagai bentuk komitmen bersama antara lembaga legislatif dan eksekutif.
“Kota Kupang terus berbenah dan membangun dengan visi sebagai kota Kasih, rumah bersama yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan. Evaluasi Kota Layak Anak menjadi sarana untuk mengukur upaya kami dalam memenuhi hak anak,” kata Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis di Kupang, Rabu, 18 Juli 2025.
Berdasarkan evaluasi administrasi Dinas Pemberayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana NTT, Kota Kupang meraih nilai tertinggi. Dengan skor mencapai 769 dan nilai verifikasi administrasi sebesar 756, lebih tinggi dari kabupaten dan kota lain di NTT.
Menurut Serena Francis, sebagai ibu kota provinsi, Kota Kupang perlu terus berbenah dan membangun dengan visi sebagai Kota Kasih, rumah bersama yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.
“Evaluasi KLA menjadi sarana untuk mengukur upaya kami kami dalam memenuhi hak anak. Kota Kupang masih berada di kategori awal, sehingga hasil tersebut menjadikan dorongan untuk berbenah.
Sementara Tim Penggerak PKK Kota Kupang baru-baru ini menggelar Roadshow Tim Penggerak PKK Kota Kupang dengan tema “Menjadi Remaja Tangguh, Sehat Fisik, Sehat Mental, dan Bebas dari Kekerasan” tingkat Kota Kupang tahun 2025, yang digelar di SMP Negeri 8 Kupang, Senin, 13 Oktober 2025.
Asisten II Setda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega menegaskan pentingnya kegiatan tersebut di tengah maraknya kasus kekerasan seksual dan isu kesehatan mental di kalangan remaja. Ia menyoroti bahwa perlindungan terhadap anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi kewajiban moral seluruh masyarakat — terutama orang tua, guru, dan lingkungan sekitar.
“Anak-anak kita membutuhkan pendampingan dan kasih sayang dari semua pihak. Jangan menutup mata, jangan saling menyalahkan, tetapi mari bersama mencari solusi,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para siswa agar bijak dalam menggunakan gawai dan media sosial, serta menanamkan nilai iman, etika, dan budi pekerti sejak dini.
“Tubuh kalian berharga, masa depan kalian sangat berarti. Jika menghadapi masalah, jangan diam. Bicarakan kepada orang tua, guru, atau orang dewasa yang kalian percaya,” pesannya.
Lebih lanjut, Ignasius mengajak seluruh pihak untuk mendukung terbentuknya sekolah ramah anak dan peduli lingkungan. Ia menutup sambutannya dengan membuka secara resmi kegiatan Roadshow Keluarga Indonesia tahun 2025 dan menyampaikan komitmen Pemkot Kupang untuk terus membangun kota yang aman dan layak bagi anak-anak.
(Gorby Rumung / ADV)








