Bentuk Karakter Anak Kota Kupang Melalui Permainan Tradisional

Festival Permainan Tradisional Kota Kupang Tahun 2025 / foto: ist

EXPONTT.COM, KUPANG – Pemerintah Kota Kupang terus mendukung dan membuka media pembelajaran dalam pembentukan karakter para pelajar di Kota Kupang.

Salah satunya dengan penyelenggaraan Festival Permainan Tradisional Kota Kupang, yang digelar 5-6 Desember 2025 bersama Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Kota Kupang.

Festival ini sekaligus untuk mengurangi anak-anak dari paparan gawai yang berlebihan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Ludji, menyebut, Festival Permainan Tradisional Kota Kupang merupakan ruang positif bagi anak-anak dan melestarikan olahraga tradisional yang penuh dengan makna didalamnya.

Baca juga:  Muscab PKB Kota Kupang, 8 Nama Masuk Calon Ketua

Hal itu disampaikan saat menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba Festival Permainan Tradisional Kota Kupang, di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Senin, 8 Desember 2025.

Terdapat tiga permainan tradisional yang dilombakan, yakni, sikidoka, gala asin dan tali merdeka.

Ernest Ludji menekankan pentingnya membangun semangat kolektif di kalangan generasi muda. Masa depan pembangunan kota akan sangat ditentukan oleh kolaborasi anak-anak hari ini.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang memberikan apresiasi kepada KPOTI Kota Kupang yang menunjukkan kerja nyata dalam memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada anak-anak.

Baca juga:  Ratna Megasari Tak Hadir Mediasi, Fransisco Bessi Fitnah Jesica Sodakain

Kegiatan tersebut berdampak positif tidak hanya pada aspek pendidikan, tetapi juga pada ekonomi masyarakat sekitar lokasi acara.

Karena itu, dirinya mendorong agar kegiatan serupa digelar dengan skala lebih besar, seperti momen ulang tahun Kota Kupang atau Hari Pendidikan Nasional.

“Setiap kecamatan punya permainan khas, tali merdeka, kayu doi, bola kasti. Semua permainan ini berbasis kelompok dan harus kita jaga agar tidak hilang,” ungkapnya.

Baca juga:  Besok, Oceania Vista Merapat di Kupang, 400 Turis Disambut Gubernur NTT

Sementara Ketua KPOTI Kota Kupang, Goris Takene, menegaskan bahwa permainan tradisional bukan sekadar kegiatan rekreatif, tetapi sarana memperkuat karakter dan mempererat relasi sosial anak-anak.

“Kebersamaan dan kegembiraan dalam permainan seperti sikidoka, galasing, tali merdeka, dan gasing adalah nilai yang ingin kita hidupkan kembali. Nilai-nilai ini penting di tengah pesatnya perkembangan permainan digital,” jelasnya.

Goris berharap kegiatan tersebut menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan sekolah, masyarakat, dan pemerintah.

Menurutnya, ini bukan akhir, tetapi awal bagi gerakan bersama untuk merawat budaya, mempererat persaudaraan dan menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan leluhur.

(Gorby Rumung / ADV)