KBPM UKAW Kupang: Kampus sebagai Laboratorium untuk Lingkungan dan UMKM yang Berkelanjutan

Mahasiswa/i KBPM UKAW Kupang semester ganjil tahun akademik 2025/2026 berpose bersama Dosen Pendamping Lapangan (DPL)
Mahasiswa/i KBPM UKAW Kupang semester ganjil tahun akademik 2025/2026 berpose bersama Dosen Pendamping Lapangan (DPL)

EXPONTT.COM, KUPANG – Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (KBPM) Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang semester ganjil tahun akademik 2025/2026 resmi dilepaskan pada tanggal 15 Januari 2026 dan dimulai pada 19 Januari 2026 dengan tema “Optimalisasi dan Inovasi Pemanfaatan Sumber Daya Lokal bagi Keberlanjutan UKAW serta Penuntasan Stunting dan Ketahanan Pangan Masyarakat”.

Program KBPM UKAW Kupang diarahkan oleh Dr. Filmon M. Polin, SH. MH, yang berlokasi di Kampus UKAW Kupang, dan didampingi oleh Gabriela E. Hetharia SP, M. Sc, sebagai Dosen Pendamping Lapangan (DPL).

Gabriela E. Hetharia mengapresiasi pelaksanaan program kerja mahasiswa, seperti penanaman pohon, pembuatan bokashi, dan sosialisasi aplikasi SI-APIK dari Bank Indonesia.

“Kegiatan ini menjadi cerminan kepedulian mahasiswa terhadap isu lingkungan dan menunjukkan aksi solutif terhadap tata kelola keuangan berbasis digital UMKM Kampus. Saya mengapresiasi pelaksanaan program kerja dari mahasiswa, karena mereka telah berhasil mengintegrasikan teori dengan praktik di lapangan. Program-program ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi akademik yang adaptif terhadap isu lingkungan dan digitalisasi, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sebanyak 534 mahasiswa/i dari berbagai fakultas, termasuk Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), dibagi menjadi 46 kelompok, termasuk kelompok 1 (Kampus A) dan kelompok 2 (Kampus B) UKAW Kupang, Jl. Adisucipto No. 147, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Adapun seluruh program kerja terlebih dahulu didiskusikan secara internal, kemudian disampaikan oleh ketua kelompok kepada Gabriela E. Hetharia sebagai Dosen Pendamping Lapangan (DPL) dan langsung diinisiasi untuk kolaborasi antara kelompok 1 dan 2 dengan program kerja utama/tematik yang dihadirkan.

Program KBPM UKAW Kupang yang berlokasi di kampus meliputi tiga program utama:

1. Penataan halaman kampus (penanaman tanaman hijau), dengan sasaran lingkungan kampus, dan indikator keberhasilan meliputi halaman kampus yang terlihat lebih bersih, rapi, dan tertata untuk aktivitas akademik dan menjaga kelestarian lingkungan serta keseimbangan ekosistem. Program ini telah dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2026.

2. Pemanfaatan sampah organik (daun-daun menjadi pupuk bokashi), dengan sasaran lingkungan kampus, dan indikator keberhasilan meliputi produksi pupuk bokashi yang bernilai guna dan ramah lingkungan. Program ini dimulai dari tanggal 17 Januari 2026 dengan pengumpulan daun-daun kering, dan telah diolah pada tanggal 19 Januari 2026 serta menunggu 4 minggu untuk pupuk siap dipakai.

3. Sosialisasi aplikasi SI-APIK dari Bank Indonesia di area kampus, dengan sasaran pelaku UMKM di sekitar lingkungan kampus, dan indikator keberhasilan meliputi kemampuan UMKM dalam menggunakan aplikasi SI-APIK untuk kemudahan pembukuan keuangan. Program ini telah terealisasikan pada tanggal 28 Februari 2026.

Gracya Mekeng, biasa disapa Chy, Ketua Kelompok 1, menyatakan harapannya agar program KBPM dapat meningkatkan kesadaran lingkungan dan ekonomi di lingkungan kampus.

“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kampus dan meningkatkan kualitas lingkungan. Namun, kami juga menghadapi tantangan dalam mengelola waktu dan sumber daya yang terbatas, sehingga kami harus bekerja sama dan berinovasi untuk mencapai tujuan kami,” katanya.

Silvi Ayu Willa, akrab disapa Silvi, Ketua Kelompok 2, menyatakan partisipasi aktif anggota kelompok sangat penting untuk mencapai dampak positif yang berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan bahwa pengabdian kami memberikan hasil yang nyata dan bermanfaat bagi Almamater tercinta. Salah satu tantangan yang kami hadapi adalah bagaimana cara kami dapat meningkatkan partisipasi dan motivasi anggota kelompok, sehingga kami harus mencari cara untuk meningkatkan semangat dan komitmen mereka,” tambahnya.

Silvi juga menambahkan, pelaksanaan KBPM masih menghadapi beberapa kendala, salah satunya adalah partisipasi mahasiswa.

“Sebagai Ketua Kelompok 2, KBPM di lokasi kampus, saya melihat bahwa pelaksanaan KBPM masih menghadapi beberapa kendala. Salah satu adalah partisipasi mahasiswa yang belum maksimal, karena sebagian mahasiswa masih kurang memahami pentingnya kegiatan KBPM atau memiliki kesibukan akademik lainnya. Selain itu ada juga keterbatasan fasilitas, ini menjadi tantangan kami dalam menjalankan program secara optimal. Namun saya berharap seluruh anggota kelompok dapat bekerja sama dengan baik, saling mendukung, dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap setiap program yang dilaksanakan,” tambahnya.

Kegiatan KBPM di kampus UKAW Kupang oleh kelompok 1 dan 2 dimulai dari hari Senin – Sabtu pada pukul 08.00 – 16.00 WITA, dengan program tambahan seperti pembersihan area kampus, pembuatan kebun gizi UKAW, renovasi Bunker Jepang, dan pembuatan plang pemberitahuan.

Program KBPM dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan, yaitu dari tanggal 15 Januari 2026 hingga 15 Maret 2026.

Hasil yang diperoleh dari program KBPM UKAW Kupang adalah lingkungan kampus yang lebih bersih, rapi, dan nyaman, serta peningkatan kemampuan UMKM di sekitar lingkungan kampus dalam mengelola keuangan melalui aplikasi SI-APIK.

Selain itu, program ini juga berhasil meningkatkan kesadaran lingkungan dan ekonomi di lingkungan kampus, serta meningkatkan kualitas hidup mahasiswa.

Program KBPM UKAW Kupang akan dilanjutkan dengan evaluasi dan monitoring secara berkala untuk memastikan keberlanjutan program dan meningkatkan dampak positif bagi masyarakat.

Dengan demikian, program KBPM UKAW Kupang diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kampus dan meningkatkan kesadaran lingkungan dan ekonomi di lingkungan sekitar kampus. (*)