Wali Kota Kupang Tegaskan Tidak Ada Pengurangan Tenaga Honor

Jefri Riwu Kore

WALIKOTA Kupang, Jefri Riwu Kore menegaskan tidak akan melakukan pengurangan tenaga honor atau Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang selama ini mengabdi di Pemerintahan Kota Kupang.
Penegasan Walikota ini disampaikan saat memberikan sambutan pada acara penandatanganan perjanjian kinerja antara Walikota Kupang dengan kepala perangkat daerah dan camat Lingkup Pemerintah Kota Kupang di Hotel Silvia Kupang, Selasa 27 Februari 2018 lalu. Menurut Jefri, banyak isu diluar yang menyebutkan bahwa ada sekian banyak PTT atau tenagga honor yang akan diberhentikan.
“Itu hanya isu-isu saja. Karena PTT yang ada juga saudara-saudara kita. Saya ingin pastikan tidak ada pengurangan PTT, sebab kita punya tanggungjawab terhadap mereka yang merupakan saudara-suadara kita yang menggantungkan hidup mereka ke Pemerintah Kota, sehingga kita tidak semena-mena memberhentikan mereka,” kata Jefri.
Ia mengatakan, tenaga PTT dapat diberhentikan jika tidak dibutuhkan, dilaporkan pimpinan OPD karena tidak disiplin. Tapi pemberhetian terhadap mereka tidak dapat dilakukan secara menyeluruh karena ada tenaga PTT yang bekerja baik dan disiplin.
“Hal ini saya sudah sampaikan kepada Pak Wakil bahwa kita tidak boleh semena-mena. Walaupun saya dengar dan tahu ada PTT yang besar kepala karena ada dukungan si A, si B dan si C, tapi saya tidak peduli, karena namanya salah saya sikat saja, walaupun keluarga saya sekalipun,” tegasnya.
Ia mengaku, cukup banyak yang datang ke rumahnya untuk melakukan pembisika tapi dirinya tidak peduli. “Ada banyak yang datang ke rumah dan membisik kepada saya bahwa si A begini, si B begini dan si C begitu. Tapi saya akan konfirmasi dulu tidak bisa seenaknya datang bisik-bisik kepada saya. Soal ini saya ada komitmen dengan Pak Wakil, dimana Pak Wakil bertanggung jawab secara moral dan saya secara hukum,” lanjutnya.
Karena itu hingga saat ini belum ada rencana melakukan mutasi sehingga semua ASN diminta tetap bekerja dengan semangat dan tidak usah berpikir aneh-aneh, apalagi takut akan diberhentikan. ♦ epo