Opini  

Tanggal 14 Februari Yang Unik

Ole: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk, M. Pd (Biarawan)

 

 

“Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya, karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu”.

“Kamu tidak mencintai seseorang karena dia cantik, ganteng, tetapi dia cantik, ganteng, karena kamu mencintainya”…ivan Panin.

 

Sejarah Hari Valentine

Setiap tanggal 14 Februari, di seluruh dunia merayakan hari kasih sayang atau Valentine. Namun, khusus di Indonseia, tanggal 14 Februari 2024, tidak hanya merayakan hari kasih sayang saja, melainkan ada moment yang lain, yakni hari rabu abu yang merupakan awal masa puasa bagi yang beragama katolik, dan pemilu presiden bagi bangsa Indonesia. Itulah ke unikan hari kasih sayang di tahun 2024 ini. Ketiga peristiwa ini walau nuansa atau aromanya berbeda, namun bisa terintegrasi atau dibungkus didalam roh yang sama yakni kasih sayang, sehingga menjadi three in one. Hari rabu abu yang merupakan awal masa puasa bagi umat katolik, dapat dimaknai sebagai upaya rekonsiliasi dengan Tuhan, maupun dengan sesama atas dasar CINTA, dan KASIH. Oleh karena itu, masa puasa yang diawali penerimaan abu pada hari rabu, adalah sebuah pembaharuan diri yang dilandasi oleh kasih sayang Tuhan. Artinya karena Tuhan mengasihi kita, maka kita harus membalas kasih Nya, dengan mengasihi sesama. Demikian pula dengan PEMILU presiden, walau kita berbeda pilihan, dukungan, namun kasih sayang antar sesama tetap dikedepankan. Tidak boleh hanya karena kita berbeda pilihan, dukungan, membuat kita saling membenci, saling bermusuhan. Oleh karena itu, kita wujudkan pemilu yang damai, pemilu yang penuh kasih sayang. Jadi, pilihan boleh berbeda, tetapi hati kita tetap satu untuk indonesia yang damai dan penuh kasih sayang. Dengan demikian, hari rabu abu yang merupakan awal masa puasa, bisa dijadikan sarana untuk pemilu yang LUBER dan JURDIL, yang dilandasi oleh kasih sayang atau valentine

Valentine tidaklah terlepas dari sosok Valentine yang merupakan nama seorang santo yang begitu terkenal. Beragam cerita datang dari sosoknya yang dipercaya sebagai imam dari Roma yang melayani sekitar abad ke-3 Masehi. Salah satu kisah tentang Valentine yang beredar selama ini, semasa hidupnya yakni Valentine kerap melanggar aturan Kaisar Claudius II. Sang Kaisar melarang adanya pernikahan karena menganggap pria yang menikah adalah prajurit yang buruk. Akan tetapi, Valentine merasa keputusan itu tidak adil dan merancang pernikahan secara diam-diam untuk para pemuda yang memang menginginkan sebuah pernikahan. Upaya rahasia yang dilakukan Valentine rupanya terendus juga oleh Claudius. Sebagai hukuman atas pelanggaran yang telah dilakukan, Valentine dimasukkan ke dalam penjara dan dijatuhi hukuman mati. Namun, romansa cinta justru terjadi di dalam bui. Valentine jatuh cinta dengan seorang putri dari salah satu hakim yang mengadili kasusnya. Tepat di hari eksekusi hukuman mati yang dijatuhkan padanya, 14 Februari tahun 270-an, ia memberikan surat cinta pada sang putri dengan tanda “From your Valentine”. Cerita ini memang dibalut kisah kelam, namun orang-orang hingga hari ini kerap memanggil pujaan hatinya dengan sebutan ‘Valentine’. Ternyata, ada pula kebaikan yang dipercaya dilakukan oleh Valentine sehingga bukan hal yang buruk untuk memanggil kekasih dengan namanya. Sebelum eksekusi kematiannya, Valentine sempat berdoa bersama dengan kekasihnya, putri dari hakim yang memvonisnya, dan menyembuhkan kebutaan mata yang dialami putri tersebut. Mawar merah kerap dijadikan simbol untuk mengekspresikan cinta dan kasih sayang terhadap pasangan. Bunga dengan jenis dan warna ini, diyakini dapat merepresentasikan romansa dan bisa diperoleh dengan mudah dan harga yang murah, namun nilainya mahal. Itulah mengapa banyak orang menjadikan bunga dengan harum yang khas ini sebagai hadiah bagi orang terkasih.

Kembali pada persoalan warna, merah juga dipercaya memiliki arti percaya diri, spontanitas, dan tekad. Semua itu merupakan faktor penting dalam sebuah hubungan. Bahkan, ilmu sains menyebut warna merah menggambarkan pesan ‘gairah’ dan ‘seksualitas’. Perempuan atau laki-laki yang mengenakan pakaian berwarna merah akan terlihat lebih menarik secara seksual dibanding saat memakai warna lainnya. Barang lain yang kerap dijadikan hadiah hari Valentine adalah coklat dengan beraneka ragam bentuknya, khususnya bentuk hati. Coklat dengan bentuk ini diketahui pertama kali diciptakan oleh Richard Cadbury setelah menemukan cara untuk mengekstrak biji coklat sehingga coklat bisa dinikmati dengan cara yang lebih baik. Ia mendesain kotak cantik khusus untuk coklat temuannya itu, kemudian ia mengisinya dengan coklat-coklat berbagai bentuk, salah satunya bentuk hati. Meskipun diketahui sebagai penemu pertama, Cadbury tidak mematenkan temuannya itu.

Makna Tanggal 14 Februari 2024

Setelah mengetahui sejarah hari kasih sayang, maka saatnya mengetahui makna sebenarnya dari hari kasih sayang tersebut. Hari kasih sayang sebenarnya memiliki arti yang luas bagi setiap orang. Ada yang mengatakan bahwa di hari spesial itu setiap orang memberikan rasa sayang lebih kepada orang terkasih. Namun, ada pula yang mengartikan hari kasih sayang tak ubahnya hari biasa yang tanpa perlu dirayakan secara berlebihan.

Namun demikian, hari kasih sayang tetaplah momen yang ditunggu tunggu oleh orang-orang muda, untuk mengekspresikan CINTA, juga untuk membaharui KOMITMEN, atau juga untuk mengungkapkan atau menyatakan rasa sayang kepada orang yang dicintai, siapapun dia dan apapun suku, agama dan budayanya. Sebab hakikat setiap manusia adalah hidup untuk saling mencintai sebagai makhluk sosial atau “homo homini socius”, yang cenderung untuk mencari, berpetualang, kemudian merajut ikatan dan hubungan dengan orang lain. Oleh karena itu, kata dari bahasa arab, “insani”, yang berarti manusia, orang dan laki-laki, berasal dari kata kerja “anisa”, yang berarti “ramah”, mudah bergaul dan bersahabat, sudah meniadi hakikatnya. Namun, yang perlu disadari bahwa setiap manusia di ciptakan oleh Sang CINTA untuk men-CINTA. Sebab, tidak mungkin kita bisa membagikan CINTA kepada sesama, kalau kita tidak memiliki CINTA dalam diri atau Nemo dat quod non habet. Oleh karena itu, sesungguhnya kita manusia merupakan tanda KASIH Allah di dunia. Hal ini seperti diungkapan lewat kata latin ini, “UBI CARITAS ET AMOR, DEUS IBI EST: di mana ada KASIH dan CINTA, disitulah Allah hadir. Maka, tugas kita adalah menghadirkan KASIH dan CINTA bagi sesama, lewat cara hidup, cara bersikap, cara berperilaku, cara bertutur kata, dan cara bertindak yang baik (bonum), dan benar (verum) serta menyenangkan (pulchrum: keindahan).

Lebih jauh bahwa KASIH dan CINTA itu, selalu dikaitkan dengan KEINDAHAN. Oleh karena itu, Thomas Aquinas mendefinisikan KEINDAHAN sbb: “pulchrum est quod visum placet”, yang artinya indah berarti menyenangkan untuk dilihat, bahwa Allah adalah keindahan tertinggi (summum pulchrum). Maka dari itu, perayaan hari kasih sayang tidak hanya sekedar ungkapan romantisme belaka, tetapi KASIH dan CINTA yang Agape (cinta tak bersyarat), Philia (cinta penuh kasih), Storge (cinta keluarga), Pragma (cinta abadi), Ludus (cinta yang menyenangkan), demikian tipe CINTA menurut orang yunani kuno. Dengan demikian, perayaan hari kasih sayang diperuntukan bagi semua kalangan, semua usia. Dan sesungguhnya, perayaan hari kasih sayang tidak hanya dirayakan setiap tanggal 14 Februari, tetapi setiap hari kita bisa merayakan hari kasih sayang, mengingat kita adalah manusia yang dilahirkan atas dasar KASIH dan CINTA.

Oleh karena itu, darah yang mengalir dalam diri kita adalah aliran darah KASIH atau CINTA Allah. Jika demikian benarlah ungkapan ini “AMOR OMNIA VINCET”: cinta mengalahkan segalanya, yakni mengalahkan kebencian, permusuhan, kemarahan, dendam, dengki, fitnah, egoisme, perbedaan, sakit hati. Oleh karena itu pula, maka momen hari kasih sayang, bisa juga sebagai momen rekonsiliasi (pemulihan atau perbaikan hubungan) antara satu sama lain yang mungkin selama ini renggang, tidak harmonis, saling menyakiti, di keluarga, komunitas, dan di tempat kerja. Juga, momen hari kasih sayang ini, sebagai momen untuk saling instrospeksi dan koreksi diri, yang diwujudkan dengan sekuntum mawar merah sebagai simbol saling memaafkan atas dasar CINTA. Jika demikian, maka pribadi tersebut telah mengalirkan darah KASIH atau CINTA Allah, yang berarti pula hidupnya telah di dayai oleh Roh Kudus Allah, dan BUAH-nya adalah KASIH, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri (Gal. 5: 22-23).

Inilah sebenarnya MAKNA dari perayaan hari kasih sayang, diawal masa puasa dan di hari pemilu ini, yang harus menjadi momentum untuk saling mengungkapkan tiga kata ini, yakni PEACE, LOVE AND JOY. Jadi, esensi dari hari kasih sayang tidak berubah, yakni saling memberi dan menerima KASIH, atau CINTA, yang bisa diwujudkan lewat doa, ucapan mengirim bunga, gambar bunga, hati, tanpa harus TOUCH secara fisik. Dan lebih dari itu, ditengah keberagaman, dan berbeda pilihan, perayaan hari kasih sayang, akan sangat bermakna, jika setiap kita saling mengasihi, saling berdamai, saling mengampuni atau memaafkan, saling menghormati dan menghargai, saling berangkulan diatas setiap perbedaan. Itu berarti pula, kita telah mewujudkan hari kasih sayang, dengan MENGASIHI Tuhan, melalui MENGASIHI sesama. Demikianlah hukum KASIH, yang merupakan hukum yang terutama dan yang pertama. Dan ingatlah, jika Tuhan masih memberikan kesempatan kepada kita untuk HIDUP hingga saat ini, itu artinya Tuhan masih MENCINTAI kita. Maka, mari jadikan HIDUP kita BERMAKNA bagi sesama (urip iku urup), khususnya dihari kasih sayang ini.

 

Akhirnya: “Cinta dan Kasih Sayang, dimulai dari rumah, dan CINTA bukanlah seberapa banyak yang kita perbuat, melainkan seberapa besar CINTA yang kita berikan dalam perbuatan itu”…demikian kata bunda Teresa dari Kalkuta. HAPPY VALENTINE DAY FOR YOU ALL