Opini  

Keluarga dan Pertumbuhan Individu

Montessori dan Orang Tua Muda 

Oleh: Albertus Tian Prima

Mahasiswa IFTK Ledalero

Pendahuluan

Beberapa tahun terakhir, terdapat banyak masalah-masalah dalam berbagai bidang kehidupan manusia. Dalam bidang politik misalnya, masalah yang selalu timbul ialah korupsi, dalam bidang sosial adanya diskriminasi, dalam bidang budaya adanya etnosentrisme, dalam bidang hukum dan keamanan adanya ketidakadilan dalam pemberian sanksi serta terdapat banyak konflik yang menimbulkan ketidaknyamanan. Satu hal yang perlu dipertanyakan ialah pelaku di balik semua masalah tersebut. Sebetulnya, manusia adalah tokoh utama atau pemeran aktif dalam setiap kasus atau peristiwa dalam kehidupannya. Manusialah yang menimbulkan berbagai permasalahan dalam kehidupan mereka sendiri.

Manusia sebagai seorang makhluk sosial pun dapat dikaji dengan berbagai cara. Pengkajiaan tersebut mencakup seluruh realitas kehidupannya. Salah satu realitas kehidupan manusia adalah keluarga. Keluarga merupakan salah satu lembaga atau komunitas penting bagi kehidupan manusia. Keluarga menjadi lembaga pertama yang membentuk dan mengajarkan nilai-nilai kehidupan kepada seseorang. Bernard Raho membedakan keluarga menjadi dua yaitu keluarga inti dan keluarga luas (Raho, 2019:263). Fokus penulis dalam tulisan ini adalah keluarga inti yang terdiri dari orang tua dan anak (Raho, 2019:263).

Keluarga Sebagai Sekolah Pertama Dan Utama (Fungsi Pendidikan)

Seseorang akan selalu menghadapi realitas kehidupannya setelah masa kelahirannya. Salah satunya adalah bahwa seseorang akan mengalami kehidupan dalam keluarga sebagai anggota keluarga, khususnya sebagai anak. Kosekuensi logis dari realitas tersebut adalah seseorang akan mengalami hidup bersama orang tuanya. Peristiwa tersebut pun juga mengandung kosekuensi yang mesti diterima oleh orang tua bahwa mereka akan bertanggung jawab penuh terhadap kehidupan sang anak, terutama dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak.

Keluarga merupakan sekolah yang pertama dan utama bagi seseorang. Guru dalam keluarga adalah orang tua. Materi utama yang diajarakan orang tua kepada anak adalah pertama-tama tentang etika dan moral. Etika dan moral sangat penting bagi kehidupan seseorang. Dalam perkembangan selanjutnya, seseorang akan keluar dari lembaga keluarga dan berjumpa dengan orang lain, berjumpa dengan banyak keberagaman dan pada saat itulah etika dan moral menjadi sangat penting.

Pengajaran etika dan moral dalam keluarga menjadi sangat penting. Pengetahuan etika dan yang diperoleh seseorang pada masa kecil di dalam keluarga akan melekat pada dirinya dan akan terus dibawa dalam kehidupannya. Sari (2024) menyatakan bahwa pada usia dini, anak- anak mulai menyerap atau menginternalisasikan nilai-nilai, norma dan sikap hidup. Semua itu di perolehnya elalui interaksi, terutama di dalam keluarga. Oleh karena itu, keluarga harus selalu mengajarakan yang baik sekaligus benar kepada anak agar yang baik dan benar tersebut akan menjadi bagian dari dirinya. Pada saat ini pun seseorang dibutuhkan bukan hanya karena kecerdasannya, tetapi terutama ialah karena kualitas hidup atau pembawaan diri yang baik.

Dalam realitas kehidupan saat ini, terdapat banyak kasus yang merugikan bangsa dan negara. Salah satu contoh adalah korupsi. Korupsi sebetulnya juga berkaitan erat dengan kehidupan masa lalu koruptor, terutama pada masa kecilnya di dalam keluarga. misalnya, si kuruptor pada masa kecil sering mengambil barang orang tuanya dan tidak mendapat teguran dari orang tua sehingga baginya itu bukan sesuatu yang salah. Tindakannya tersebut akan terus di bawanya dalam konteks kehidupannya yang lebih luas dan nyata dalam tindakan korupsi yang dilakukannya.

Penutup

Keluarga merupakan lembaga yang memiliki pengaruh besar bagi kehidupan seseorang. Nilai-nilai yang diajarkan di dalam keluarga akan lebih melekat di dalam diri seseorang. Jika keluarga mengajarka nilai-nilai yang baik dan benar, seseorang pasti akan selalu bersikap baik dan benar dalam kehidupan selanjutnya. Sebaliknya, jika keluarga mengajarkan hal-hal buruk dan salah kepada seseorang, yang buruk dan salah tersebut pun akan melekat dalam diri seseorang.

 

Referensi

Raho, Bernard. 2019. Sosiologi. Maumere: Ledalero.

Sari, Gina Dwi Permata. 2024. “Pembiasaan Keluarga Dukung Pembentukan Moral Anak Usia Dini”. Jurnal Multidisiplin Inovatif. Vol. 8. No. 11.