Opini  

Manusia dan Pendidikan Berkarakter

Ilustrasi sistem pendidikan
Ilustrasi sistem pendidikan

Oleh: Marianus Gajak Maran

Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif, Ledalero

PENDAHULUAN

Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan segala keterbatasannya, akan tetapi manusia dikaruniakan akal pikiran yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia tidak dapat hidup sendiri melainkan memerlukan bantuan orang lain. Karena manusia merupakan makhluk sosial yang sangat bergantung kepada manusia lainnya dalam menjalankan kehidupan di suatu masyarakat.

Manusia menggambarkan proses upaya manusia untuk menyadari realitas diri dan lingkungannya serta untuk bertumbuh dalam relasinya dengan lingkungan alam dan sesamanya. Namun, kesadaran tersebut juga mendorong penguatan kesadaran solidaritas sosial manusia sebagai mahkluk Tuhan yang berbangsa dan bernegara melalui pendidikan manusia. Pembelajaran mampu menjadi terang dan garam bagi masyarakat dengan berbagai kemuliaan maupun patologinya. Dalam banyaknya penderitaan manusia, lembah kekelaman diciptakan oleh manusia lain seperti dalam perang dan tindakan kekerasan. Lembah kekelaman juga bisa terjadi karena kegagalan manusia memahami alam dan semesta dan mengatur tingkah laku hidupnya sesuai dengan tanda-tanda. Di luar kebutuhan ternyata manusia merupakan satu organisme yang berdiri sendiri dan bersifat bebas, yakni tidak mempunyai hubungan organik dengan sesamanya. Sebagai buktinya, ketika bayi menangis, orang dewasa di sekitarnya tidak mengetahui secara pasti alasan bayi tersebut menangis.

Manusia yang menjadi fokus pendidikan itu adalah insan yang berbudaya dan bernalar, memiliki akal budi; menghayati dan memperjuangkan nilai-nilai dalam kehidupan individu dan komunal; mampu berefleksi minat dan kebebasan perasaan dan tendensi. Hal-hal inilah yang membedakannya dan makhluk hidup lainnya. Manusia sebagai makhluk

individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Unsur jasmani seseorang dikatakan sebagai manusia individu. Unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. Jika unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi, maka seseorang tersebut tidak sebagai makhluk individu. Manusia sebagai individu selalu berada di tengah-tengah kelompok individu yang sekaligus mematangkan untuk menjadi pribadi. Berkaitan dengan pendidikan, maka hakikat manusia perlu dibahas di awal, karena pendidikan yang dilakukan adalah untuk manusia. Socrates dalam (Tafsir2010:7) mengatakan bahwa belajar yang sebenarnya adalah belajar tentang manusia. Manusia menjadi sosok sentral dalam dunia, karena manusia mengurus dirinya sendiri dan alam. Manusia membuat peraturan sendiri untuk mengatur dirinya sendiri, manusia juga membuat peraturan sendiri untuk mengatur alam. Hewan, tumbuhan, lautan, daratan, gunung, dan lain-lain berada di bawah aturan yang dibuat oleh manusia. Bahkan manusia pun tunduk pada peraturan yang dibuatnya sendiri. Kerusakan dan kelestarian alam tergantung pada manusia sebagai sosok sentral.

PEMBAHASAN

PENDIDIKAN KARAKTER MANUSIA

Secara umum, pengertian karakter adalah seperangkat sifat yang selalu dikagumi sebagai suatu tanda dari kebajikan, kebaikan serta kematangan moral yang dimiliki oleh seseorang.

Secara etimologi, istilah dari karakter berasal dari bahasa Latin, yaitu character yang artinya adalah tabiat, watak, sifat-sifat kejiwaan, kepribadian, budi pekerti serta akhlak.

Pengertian karakter lainnya adalah akumulasi dari kepribadian, watak serta sifat yang dimiliki oleh seorang individu dan mengarahkan pada kebiasaan maupun keyakinan individu tersebut dalam kehidupan sehari-harinya.

Pembentukan karakter dalam diri seseorang akan terjadi melalui proses pembelajaran sepanjang hidupnya. Maka dengan kata lain, karakter seorang bukanlah bawaan sejak ia lahir, akan tetapi terbentuk karena suatu proses pembelajaran dari lingkungan keluarga dan

orang-orang sekitar.

PENDIDIKAN KARAKTER MANUSIA MENURUT PARA AHLI

Manusia pada dasarnya mempunyai karakter pendidikan yang berbeda-beda. Hal tersebut dilihat dari bagaimana manusia menerima pendidikan yang diberikan. Pendidikan karakter penting dilakukan untuk kemajuan pendidikan moral di Indonesia ini. Salahudin dan Alkrienciechie (2013:42) memaparkan bahwa karakter merupakan ciri khas seseorang atau sekelompok orang yang mengandung nilai, kemampuan, kapasitas moral, dan ketegaran dalam menghadapi kesulitan dan tantangan. Selanjutnya Kurniawan (2017:29) mengungkapkan karakter seseorang terbentuk dari kebiasaan yang dia lakukan, baik sikap dan perkataan yang sering ia lakukan kepada orang lain. Sedangkan menurut Wibowo (2013:12) karakter merupakan sifat yang alami dari jiwa manusia yang menjadi ciri khas seseorang dalam bertindak dan berinteraksi di keluarga dan di masyarakat. Pengertian karakter juga diungkapkan oleh Samani dan Hariyanto (2013:41) sebagai sesuatu yang khas dari seseorang sebagai cara berfikir dan perilaku untuk hidup dan bekerjasama dalam hubungannya dengan 

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Manusia dan pendidikan merupakan salah satu hal yang tidak bisa dipisahkan. Manusia sangat membutuhkan pendidikan untuk mengembangkan akal pikiran mereka. Hal tersebut karena manusia merupakan ciptaan Tuhan yang utuh dan berbeda dengan ciptaan yang lain. Manusia diciptakan memiliki akal pikiran dalam berinteraksi dengan orang lain. Pendidikan merupakan pembentukan karakter manusia yang utuh dalam suatu masyarakat. Manusia sangat membutuhkan pendidikan untuk menjalani hidup yang lebih baik. Jadi, pendidikan karakter manusia sangat penting dalam menumbuhkan cinta kebersamaan dalam suatu masyarakat yang utuh dan harmonis.