Tarif Kunjungan ke Pulau Komodo Naik, Berlaku 1 Agustus 2022

Komodo

EXPONTT.COM – Pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT), menetapkan tarif masuk bagi wisatawan lokal dan mancanegara yang berkunjung ke Pulau Komodo dan Pulau Padar, Kabupaten Manggarai Barat sebesar Rp 3,75 juta per orang.

“Pemerintah NTT telah memutuskan untuk menetapkan tarif kunjungan wisatawan ke Pulau Komodo dan Pulau Padar. Tarif itu mulai diberlakukan pada 1 Agustus 2022,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sonny Z Libing di Kupang, Senin 4 Juli 2022.

Sonny mengatakan, penetapan biaya masuk tersebut telah melalui kajian akademik para ahli lingkungan IPB Bogor dan Universitas Indonesia yang diminta secara khusus oleh Pemerintah NTT untuk mengkaji carrying capacity di Pulau Komodo dan Pulau Padar.

Baca juga:26 Pemuda di Kupang Diamankan Polisi Usai Melakukan Penyerangan Terhadap Warga

Dari hasil kajian yang dilakukan para ahli, lanjut Sonny, terjadi penurunan nilai jasa ekosistem di kedua pulau ini sehingga perlu dilakukan konservas untuk menutupi kerusakan ataupun jasa ekosistem ini.

Sony Z Libing menjelaskan, perlu dilakukan pembatasan kunjungan wisatawan ke Pulau Komodo dan Pulau Padar hanya 200.000 per tahun, karena selama ini kunjungan mencapai 300.000-400.000 wisatawan sehingga memiliki dampak negatif terhadap keberlangsungan ekosistem di kawasan wisata itu.

“Hasil kajian menunjukkan untuk menjaga kelangsungan hidup Komodo ini, jumlah kunjungan harus dibatasi,” kata Sony Z Libing didampingi Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT, Prisila Q. Parera.

Baca juga:5 Hari Hilang Terseret Arus Sungai, Siswa SMP di TTS Akhirnya Ditemukan

Menurut dia, hasil kajian juga menunjukkan perlu adanya biaya untuk membiayai konservasi di dua Pulau ini sehingga ditetapkan tarif masuk kedua pulau itu sebesar Rp3,75 juta per orang.

Dia menambahkan, tarif masuk itu nantinya digunakan untuk biaya konservasi, biaya pemberdayaan masyarakat lokal, biaya peningkatan capacity building bagi pelaku pariwisata di kedua pulau itu serta biaya pemantauan dan pengamanan.

“Ia mengatakan pengamanan di kawasan Pulau Komodo menjadi lebih ketat sehingga semua aktifitas dalam kawasan pulau komodo bisa terpantau. Pemerintah tidak ingin ada lagi adanya kasus perburuan liar, illegal fishing, kebakaran dalam kawasan pulau Komodo yang dilakukan secara ilegal,” ujarnya.

Baca juga:Diduga Stress Ditinggal Istri dan Anak, Pria di TTS Bunuh Ibu Kandung, Ini Kronologinya

Dia menjelaskan biaya tiket masuk bagi wisatawan itu juga digunakan untuk biaya promosi, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta pemasukan bagi pendapatan daerah baik Provinsi maupun Kabupaten Manggarai Barat.

“Termasuk untuk biaya pemberdayaan masyarakat lokal dan pelaku usaha ekonomi di sekitar kawasan itu,” kata Sony Z Libing.

Selama ini tiket masuk ke kawasan Pulau Komodo hanya Rp7.500 per orang untuk wisatawan lokal dan Rp150.000 bagi wisatawan mancanegara yang merupakan tarif sangat murah sehingga mengabaikan konservasi yang ada karena kunjungan wisatawan tidak terkendali.

“Kunjungan wisatawan yang berjumlah 300-400 ribu per tahun merupakan jumlah yang sangat besar akibatnya kegiatan konservasi dan pengamanan serta pemberdayaan masyarakat lokal menjadi terabaikan. Kasus perburuan liar dan pembakaran lahan yang sangat marak terjadi,” katanya.

Baca juga:Bupati Manggarai Barat Dukung Kenaikan Harga Tiket Taman Nasional Komodo